TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

Jamaah Umrah Asal Tangsel Diminta Tunda Keberangkatan

Konflik Di Timur Tengah

Reporter: Idral Mahdi
Editor: Redaksi
Jumat, 06 Maret 2026 | 07:15 WIB
Kepala Kemenhaj Tangsel, Rizki Waludin
Kepala Kemenhaj Tangsel, Rizki Waludin

SERPONG - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengimbau para jamaah umrah asal Tangsel untuk menunda keberangkatan sementara waktu. Imbauan ini disampaikan menyusul meningkatnya ketegangan dan konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

 

Kepala Kemenhaj Tangsel, Rizki Waludin mengatakan, bahwa langkah penundaan ini bertujuan untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan para jemaah yang akan berangkat ke Tanah Suci.

 

 Ia menjelaskan, bahwa situasi keamanan di beberapa wilayah Timur Tengah saat ini masih belum sepenuhnya stabil. Oleh karena itu, jamaah diminta bersabar hingga kondisi kembali kondusif. “Mereka diimbau untuk menunda keberangkatan, terutama yang transit di Doha,” kata Rizki saat dikonfirmasi, Kamis (5/3). 

 

Menurutnya, sebagian besar penerbangan umrah dari Indonesia menuju Arab Saudi memang melewati sejumlah negara di kawasan Timur Tengah sebagai titik transit.

 

Hal inilah yang membuat pihaknya mengeluarkan imbauan agar jemaah menunda keberangkatan hingga kondisi konflik di kawasan tersebut mereda.

 

 Rizki mengungkapkan, hingga saat ini penerbangan komersial di sejumlah negara Timur Tengah sebenarnya masih tetap beroperasi. Namun, operasional penerbangan dilakukan dengan pengawasan yang lebih ketat dari otoritas setempat.

 

 “Mungkin Arab Saudi masih membolehkan, tetapi dengan pengawasan yang ketat. Makanya daripada berisiko, lebih baik ditunda dulu sampai situasi dinyatakan aman di ruang udaranya,” ungkapnya.

 

 Terkait adanya kabar puluhan ribu jamaah umrah yang terdampak akibat situasi tersebut, Rizki mengaku, pihaknya belum menerima laporan secara spesifik terkait jemaah asal Tangsel. 

 

“Belum ada laporan, baik yang saat ini berada di sana yang hendak pulang maupun yang akan berangkat. Belum ada laporan secara spesifik terkait jamaah dari Tangsel,” jelasnya.

 

 Meski demikian, pihaknya tetap melakukan pemantauan dan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan kondisi jamaah tetap aman.

 

Sementara, pemerintah juga meminta seluruh jamaah umrah yang saat ini berada di Arab Saudi, beserta keluarga mereka di Tanah Air agar tetap tenang dan tidak panik menyikapi situasi yang berkembang.

 

 Kemenhaj bersama Kementerian Luar Negeri terus berkoordinasi dengan otoritas Arab Saudi, maskapai penerbangan, serta Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) guna memastikan jamaah yang mengalami penundaan kepulangan dapat tertangani dengan baik.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit