TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Jadwal Imsak
Dewan Pers

TPT Digerus Longsor, Kesalamatan Santri Putri Asshiddiqyah Terancam

Pemerintah Diminta Segera Menangani

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Selasa, 10 Maret 2026 | 08:45 WIB
AMBRUK. Kondisi TPT di samping Ponpes Asshiddiqyah Panjangjaya, tepatnya di Kampung Situ Gahru, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, ambruk tergerus longsor, beberapa waktu lalu.
AMBRUK. Kondisi TPT di samping Ponpes Asshiddiqyah Panjangjaya, tepatnya di Kampung Situ Gahru, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, ambruk tergerus longsor, beberapa waktu lalu.

PANDEGLANG - Panjang sekitar 20 meter Tembok Penahan Tanah (TPT) kali Cibereum, di Kampung Situ Gahru, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, ambruk digerus longsor. Akibatnya, keselamatan santri putri Pondok Pesantren (Ponpes) Asshiddiqyah Panjangjaya terancam.

 

Sebab, TPT yang ambruk itu berdampingan dengan pondok atau asrama santri putri Asshiddiqyah Panjangjaya. Atas kondisi itu, pihak Ponpes Asshiddiqyah, meminta kepada pemerintah Kabupaten, Provinsi dan pemerintah pusat, segera membangunkan kembali TPT tersebut.

 

Pengasuh Ponpes Asshiddiqyah Panjangjaya, Ustaz Uud Awaludin mengungkapkan, TPT belakang pondok santri putri Ponpes Asshiddiqyah mengalami ambruk akibat tergerus longsor.

 

“Panjang TPT yang ambruk akibat longsor kurang lebih 20 meter. Kondisi itu terjadi akibat tergerus derasnya air yang mengalir di kali Cibereum,” ungkap Ustaz Uud Awaludin, Senin (9/3).

 

Dampak dari ambruk TPT tersebut, tengah membuat para santri putri was was, karena keselamatan mereka terancam. Apalagi kondisi yang longsor sangat dekat dan bahkan hanya beberapa centimeter saja dengan kamar para santri putri.

 

“Akibat longsor ini membuat kami resah, karena asrama atau kamar santri putri menjadi terancam ambruk apabila tidak segera ada penanganan. Secara otomatis keselamatan para santri terancam,” keluhnya.

 

Selain asrama santri putri, bangunan Musala di Ponpes tersebut terancam ambruk juga. “Bahkan untuk pondasi yang bangunan untuk musala sudah menggantung karena longsor,” tambahnya.

 

Ustaz Uud mengaku, sangat berharap besar kepada pihak pemerintah terkait, baik pusat, provinsi dan kabupaten dapat segera melakukan penanganan.

 

“Jangan sampai menunggu adanya korban baru bergerak. Tapi dari sekarang karena anak santri juga sama-sama tengah berjuang menimba pendidikan agama dalam Ponpes. Makanya, kami meminta kepada pihak pemerintah agar segera bangunkan kembali TPT-nya,” pungkasnya.

 

Senada, Pembina Ponpes Assiddiwiyah Pajangjaya, Uus mengatakan, kalau TPT-nya sudah ambruk, longsoran akan terus mengikis hingga membuat asrama putri dan musala ambruk. 

 

“Saat ini kondisi cuaca terus hujan deras, kami khawatir longsornya semakin meluas hingga membuat asrama putri dan musala ambruk. Karena itu tadi, TPT-nya sudah ambruk sehingga tak ada lagi penahan tanah,” katanya.

 

Maka dari itu Ustaz Uus meminta, agar pemerintah terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, turun tangan membangunkan kembali TPT yang ambruk ini.

 

“Harapan besar kami Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten segera menangani kondisi yang membahayakan keselamatan para santri putri yang sedang mencari ilmu. Kondisi ini bukan main-main, tapi sangat mengkhawatirkan,” tandasnya penuh harapan.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit