TPT Digerus Longsor, Kesalamatan Santri Putri Asshiddiqyah Terancam
Pemerintah Diminta Segera Menangani
PANDEGLANG - Panjang sekitar 20 meter Tembok Penahan Tanah (TPT) kali Cibereum, di Kampung Situ Gahru, Desa Panjangjaya, Kecamatan Mandalawangi, Kabupaten Pandeglang, ambruk digerus longsor. Akibatnya, keselamatan santri putri Pondok Pesantren (Ponpes) Asshiddiqyah Panjangjaya terancam.
Sebab, TPT yang ambruk itu berdampingan dengan pondok atau asrama santri putri Asshiddiqyah Panjangjaya. Atas kondisi itu, pihak Ponpes Asshiddiqyah, meminta kepada pemerintah Kabupaten, Provinsi dan pemerintah pusat, segera membangunkan kembali TPT tersebut.
Pengasuh Ponpes Asshiddiqyah Panjangjaya, Ustaz Uud Awaludin mengungkapkan, TPT belakang pondok santri putri Ponpes Asshiddiqyah mengalami ambruk akibat tergerus longsor.
“Panjang TPT yang ambruk akibat longsor kurang lebih 20 meter. Kondisi itu terjadi akibat tergerus derasnya air yang mengalir di kali Cibereum,” ungkap Ustaz Uud Awaludin, Senin (9/3).
Dampak dari ambruk TPT tersebut, tengah membuat para santri putri was was, karena keselamatan mereka terancam. Apalagi kondisi yang longsor sangat dekat dan bahkan hanya beberapa centimeter saja dengan kamar para santri putri.
“Akibat longsor ini membuat kami resah, karena asrama atau kamar santri putri menjadi terancam ambruk apabila tidak segera ada penanganan. Secara otomatis keselamatan para santri terancam,” keluhnya.
Selain asrama santri putri, bangunan Musala di Ponpes tersebut terancam ambruk juga. “Bahkan untuk pondasi yang bangunan untuk musala sudah menggantung karena longsor,” tambahnya.
Ustaz Uud mengaku, sangat berharap besar kepada pihak pemerintah terkait, baik pusat, provinsi dan kabupaten dapat segera melakukan penanganan.
“Jangan sampai menunggu adanya korban baru bergerak. Tapi dari sekarang karena anak santri juga sama-sama tengah berjuang menimba pendidikan agama dalam Ponpes. Makanya, kami meminta kepada pihak pemerintah agar segera bangunkan kembali TPT-nya,” pungkasnya.
Senada, Pembina Ponpes Assiddiwiyah Pajangjaya, Uus mengatakan, kalau TPT-nya sudah ambruk, longsoran akan terus mengikis hingga membuat asrama putri dan musala ambruk.
“Saat ini kondisi cuaca terus hujan deras, kami khawatir longsornya semakin meluas hingga membuat asrama putri dan musala ambruk. Karena itu tadi, TPT-nya sudah ambruk sehingga tak ada lagi penahan tanah,” katanya.
Maka dari itu Ustaz Uus meminta, agar pemerintah terutama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pandeglang dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten, turun tangan membangunkan kembali TPT yang ambruk ini.
“Harapan besar kami Pemkab Pandeglang dan Pemprov Banten segera menangani kondisi yang membahayakan keselamatan para santri putri yang sedang mencari ilmu. Kondisi ini bukan main-main, tapi sangat mengkhawatirkan,” tandasnya penuh harapan.
Pos Tangerang | 2 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Internasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 jam yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu



