Intan Tekankan Pentingnya Perpustakaan Sekolah Serta Digitalisasi Arsip
Saat Rapat Informal Perpusip, Dindik & DPMPD
TANGERANG – Wakil Bupati (Wabup) Tangerang, Intan Nurul Hikmah, menekankan pentingnya keberadaan fasilitas perpustakaan sekolah sebagai salah satu upaya meningkatkan tingkat literasi anak-anak di Kabupaten Tangerang.
Hal tersebut disampaikan Wabup Intan saat membuka rapat informal antara Dinas Perpustakaan dan Arsip (Perpusip), Dinas Pendidikan (Dindik) serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) di Dinas Perpusip, Kamis (11/3).
“Kehadiran perpustakaan sekolah dan digitalisasi arsip ini cukup penting peranannya untuk menaikkan literasi anak-anak yang sekarang belum optimal,” ungkap Wabup Intan.
Menurutnya, berdasarkan hasil survei tim Dinas Perpusip, ditemukan banyak ruang perpustakaan di sekolah yang telah belum maksimal pemanfaatannya bahkan ada yang beralih fungsinya. Untuk itu, pihaknya meminta kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait terus menguatkan sinergi sehingga data perpustakaan yang ada harus benar-benar valid sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
“Jangan sampai perpustakaan hanya ada di data, tapi fisiknya tidak ada atau sudah alih fungsi. Itu bisa menjadi temuan di kemudian hari jika data yang diinput tidak valid,” tegasnya.
Ia menerangkan, perlunya dibentuk kebijakan yang mewajibkan siswa, mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Pertama (SMP) untuk membaca satu buku setiap bulannya dan membuat resume sebagai bagian dari kurikulum atau anjuran pemerintah.
“Boleh tidak, ada aturan dari sekolah agar anak-anak dari mulai SD hingga SMP diwajibkan misalnya membaca satu buku untuk mereka bikin resume. Kalau memang memungkinkan, tolong nanti dimasukkan ke dalam kurikulum jadi sudah mulai dibiasakan,” ujarnya.
Dirinya pun mendorong adanya kegiatan seperti ‘Hari Literasi’ atau ‘Hari Gemar Membaca’ yang melibatkan pendongeng untuk jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Taman Kanak-Kanak (TK) yang bertujuan agar anak-anak terbiasa berinteraksi dengan buku sejak dini dan mulai belajar melakukan presentasi sederhana di depan umum.
“Untuk tingkat PAUD dan TK bisa dilaksanakan acara ‘Hari Literasi’ atau ‘Hari Gemar Membaca’. Hal tersebut perlu supaya anak-anak terbiasa berhubungan dengan buku sejak dini dan mulai belajar melakukan presentasi sederhana di depan umum,” imbuhnya.
Selain perpustakaan, dia juga menekankan pentingnya percepatan transisi dari arsip fisik ke sistem digital (e-arsip) di setiap OPD agar lebih efisien dan efektif.
“Sudah saatnya kita beralih ke e-arsip. Kita tidak ingin lagi melihat tumpukan bundelan kertas yang memenuhi ruangan dan akhirnya hanya menjadi sampah,” tuturnya.
Pihaknya pun sangat mengapresiasi desa yang telah mengalokasikan anggarannya untuk pembangunan perpustakaan desa atau Taman Bacaan Masyarakat (TBM).
“Saya sangat mengapresiasi desa yang telah memiliki ‘Rumah Pintar’ dan berharap model itu bisa semakin banyak direplikasi di desa-desa lain di Kabupaten Tangerang untuk menciptakan ekosistem pendidikan dan administrasi yang lebih modern, transparan dan teratur,” pungkasnya.
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 22 jam yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



