Kerupuk & Pacar Cina Di Pasar Serpong Mengandung Rhodamin
Hasil Sidak Komisi IX DPR RI
SERPONG-Makan berupa kerupuk dan pacar cina yang dijual di Pasar Serpong, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), mengandung zat berbahaya. Di dua jenis makanan tersebut mengandung pewarna tekstil.
Hal itu ditemukan saat Komisi IX DPR RI melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Pasar Serpong, Rabu (11/3). Dalam kegiatan itu, Komisi IX DPR RI didampingi Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel untuk melakukan pengecekan langsung terhadap sejumlah bahan pangan yang dijual pedagang.
Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan memastikan makanan yang beredar di masyarakat aman untuk dikonsumsi.
“Jadi hari ini kami tim Komisi IX hadir di Kota Tangerang Selatan untuk melakukan kunjungan dan melihat langsung apa yang dijual oleh para pedagang di pasar, didampingi oleh teman-teman dari Badan POM dan juga Wakil Wali Kota Tangerang Selatan,” ujar Charles.
Selain memantau aktivitas perdagangan, tim juga mengambil sejumlah sampel makanan yang dijual di pasar untuk dilakukan pengujian cepat.
Dari hasil pemeriksaan awal, ditemukan dua jenis produk pangan yang terindikasi mengandung zat berbahaya berupa rhodamin, yakni pewarna tekstil yang tidak diperuntukkan bagi makanan.
“Kami mengambil sampel dari beberapa barang yang dijual di sini dan ternyata ditemukan ada yang mengandung bahan berbahaya seperti rhodamin atau pewarna tekstil,” ungkapnya.
Charles menjelaskan, dua produk yang terindikasi mengandung zat tersebut adalah kerupuk dan pacar cina. Menurutnya, penggunaan rhodamin pada makanan sangat berbahaya bagi kesehatan.
“Yang ditemukan hari ini ada kerupuk dan pacar cina yang mengandung rhodamin atau pewarna tekstil. Memang tidak jarang digunakan, tetapi ini berbahaya untuk kesehatan,” tegasnya.
Ia berharap pengawasan terhadap keamanan pangan dapat terus dilakukan secara rutin oleh instansi terkait, meskipun tanpa kehadiran Komisi IX DPR RI.
“Ke depan kami berharap kegiatan sampling dan pengecekan seperti ini terus dilakukan, sehingga masyarakat di Tangerang Selatan bisa mengonsumsi bahan pangan secara aman,” katanya.
Charles juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kota Tangsel yang ikut mendampingi kegiatan tersebut. “Terima kasih kepada pemerintah Kota Tangerang Selatan. Hari ini hadir Wakil Wali Kota dan Kepala Dinas Kesehatan yang tentunya mendukung berbagai kegiatan untuk memastikan makanan yang dijual di Tangsel aman dan layak dikonsumsi,” ujarnya.
Sementara, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan menyampaikan, apresiasi atas kunjungan Komisi IX DPR RI yang turut melakukan pengawasan terhadap kondisi pasar serta produk yang dijual kepada masyarakat.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada DPR RI Komisi IX yang sudah datang ke Tangsel untuk melihat langsung kondisi pasar dan barang-barang yang dijual, termasuk terkait aspek kesehatan produknya,” kata Pilar.
Dalam kesempatan tersebut, Komisi IX DPR RI juga menyoroti pentingnya perlindungan jaminan sosial bagi para pedagang maupun pekerja di pasar.
Pilar mengatakan, pemerintah daerah akan terus mendorong peningkatan kepesertaan BPJS Kesehatan maupun BPJS Ketenagakerjaan bagi masyarakat, khususnya para pelaku usaha kecil.
“Tadi juga disampaikan terkait BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Kami akan terus mendorong para pedagang maupun pekerja agar memiliki jaminan kesehatan dan perlindungan sosial,” ujarnya.
Menurut Pilar, Pemkot Tangsel akan terus memperkuat kolaborasi dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan guna memperluas cakupan perlindungan sosial bagi masyarakat.
“Kami akan terus berkolaborasi dengan BPJS Kesehatan dan BPJS Ketenagakerjaan. Mudah-mudahan ke depan semakin banyak masyarakat yang sudah tercover perlindungan jaminan sosial,” tandasnya.
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 20 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



