TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

PM Anwar: Malaysia–RI Perkuat Solidaritas Regional di Tengah Krisis Timur Tengah

Reporter & Editor : AY
Jumat, 27 Maret 2026 | 20:34 WIB
Presiden Prabowo bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim saat binvang santai di Istana. Foto : Ist
Presiden Prabowo bersama PM Malaysia Anwar Ibrahim saat binvang santai di Istana. Foto : Ist

JAKARTA – Perdana Menteri Malaysia, Anwar Ibrahim, menegaskan komitmen bersama antara Malaysia dan Indonesia untuk memperkuat solidaritas regional di tengah krisis di kawasan Asia Barat (Timur Tengah) yang berpotensi mengganggu pasokan energi global.

 

Pernyataan tersebut disampaikan Anwar usai pertemuannya dengan Presiden RI, Prabowo Subianto, di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (27/3/2026).

 

Dalam unggahannya di platform X, Anwar menyebut pertemuan tersebut berlangsung konstruktif dan membuka ruang dialog strategis untuk mencari titik temu dalam merespons konflik di Asia Barat.

 

“Pertemuan yang sarat makna bersama Presiden Prabowo hari ini membuka ruang konstruktif dalam mencari titik temu untuk menghadapi konflik di Asia Barat yang kini memberi tekanan terhadap keamanan energi serta stabilitas ekonomi global,” tulisnya.

 

Di tengah meningkatnya ketidakpastian global, kedua negara menekankan pentingnya memperkuat solidaritas regional yang berlandaskan prinsip perdamaian, stabilitas, dan ketahanan ekonomi demi kesejahteraan masyarakat.

 

Anwar menambahkan, Malaysia dan Indonesia sepakat untuk mengintensifkan upaya diplomasi guna meredakan konflik, melindungi warga sipil, serta membuka jalan bagi dialog menuju penyelesaian damai dan berkelanjutan.

 

“Kami sepakat untuk mengintensifkan upaya diplomasi dalam meredakan konflik, melindungi keselamatan warga sipil, serta membuka ruang dialog menuju penyelesaian yang damai dan berkelanjutan,” ujarnya.

 

Selain itu, kedua negara juga menekankan pentingnya menjaga kelancaran rantai pasok global serta jalur perdagangan strategis, termasuk Selat Hormuz, agar tetap aman dan tidak terganggu.

 

Dalam kesempatan tersebut, Anwar turut mengungkapkan bahwa dirinya terus berkomunikasi dengan sejumlah pemimpin dunia guna membangun kesamaan pandangan, memperkuat solidaritas internasional, serta mengkaji dampak konflik, khususnya terhadap sektor energi dan keamanan regional.

 

“Malaysia tetap berpegang pada prinsip yang tegas, menolak segala bentuk kekerasan, menjunjung tinggi hukum internasional, serta mendorong semua pihak untuk kembali menempuh jalur damai,” tegas Anwar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit