TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

RAMADAN

Indeks

Dewan Pers

Masuki Kemarau Jaga Stok Pangan

Oleh: Kiki Iswara Darmayana
Editor: Redaksi
Minggu, 12 April 2026 | 17:44 WIB
Kiki Iswara Darmayana. Foto : Ist
Kiki Iswara Darmayana. Foto : Ist

SERPONG - Kemarau tahun ini diramalkan lebih panjang dan lebih kering dibanding tahun 2025 lalu. Untuk itu, supaya stok beras yang dikuasai Bulog tetap berada di kisaran 3,6 juta hingga 4 juta ton, maka sebulan ke depan ini, petugas Bulog mesti turun lagi ke lapangan, ke desa-desa untuk membeli gabah petani.

 

Gabah petani hasil panen di akhir musim hujan ini mesti dibeli dengan harga minimal Rp 6.500 per kilogram GKP (Gabah Kering Panen). Sedangkan untuk gabah dengan kualitas sangat baik, memungkinkan untuk dibeli dengan harga di atas Rp 6.500 per kilogram.

 

Beras sebagai komoditas pangan strategis, stoknya harus selalu dijaga lebih besar dari angka kebutuhan nasional. Dengan stok beras di gudang Bulog dan gudang BUMN Pangan sekitar 4 juta ton, pemerintah akan mampu membanjiri pasar rakyat dan pasar tradisional, dengan beras yang harganya terjangkau masyarakat di level bawah.

 

Apabila kemarau tahun ini lebih panjang dan lebih kering dari tahun lalu, produksi beras nasional dikhawatirkan bisa lebih rendah dari tahun lalu.

 

Untuk itu, program pompanisasi dan pembuatan sumur bor mesti dilakukan segera, sehingga dari bulan Mei hingga Agustus mendatang, areal persawahan petani tidak mengalami kekeringan.

 

Kita juga berharap, pemerintah memberikan bantuan benih padi unggul bersertifikat untuk petani kecil dengan lahan sawah 0,25 hektare hingga 1,0 hektare.

 

Bantuan pupuk gratis juga perlu diberikan kepada petani gurem. Ini penting supaya produksi beras petani tidak menurun.

 

Kita juga berharap penyaluran pupuk bersubsidi dipercepat. Kalau pupuk bisa sampai ke tangan petani lebih cepat, maka jadwal tanam juga bisa dipercepat.

 

Meski ada ancaman kekeringan akibat kemarau panjang, namun apabila kita cepat mengambil langkah antisipasi, diharapkan produksi padi petani tidak mengalami penurunan.

 

Oleh karena itu, kita berharap, para kepala daerah mengawasi secara langsung program percepatan pompanisasi agar sawah petani bisa terairi saat kemarau nanti.

 

Kita berharap, para gubernur dan bupati terus memonitor, apakah penyaluran pupuk bersubsidi ke tangan petani padi, lancar atau tidak? Kalau ada hambatan, cepat diatasi agar tak terjadi kelambatan masa tanam. Kita juga berharap, penyaluran benih padi bersertifikat dilakukan lebih cepat agar petani bisa segera turun ke sawah.

 

Jadi sekali lagi, untuk menghadapi musim kemarau yang diprediksi lebih panjang dan lebih kering, kita berharap, pemerintah mempercepat program pompanisasi, mempercepat penyaluran bantuan benih padi bersertifikat serta mempercepat penyaluran pupuk bersubsidi. Kalau ini semua bisa serentak dilakukan di seluruh sentra produksi beras, maka produksi beras bisa naik 4 persen hingga 6 persen dan stok di gudang bisa dijaga di kisaran 3,6 juta hingga 4 juta ton.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit