TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

El Nino Tak Goyahkan Ketahanan Pangan RI

Mentan: Saat Negara Lain Cemas, Indonesia Tetap Aman

Reporter & Editor : AY
Sabtu, 18 April 2026 | 08:29 WIB
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto : Ist
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Foto : Ist

JAKARTA - Pemerintah optimistis ketahanan pangan nasional tetap terjaga di tengah ancaman fenomena El Nino yang melanda sejumlah negara. Indonesia dinilai berada dalam posisi aman berkat capaian swasembada pangan, terutama pada komoditas beras dan protein.

 

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional, Amran Sulaiman, menegaskan bahwa dampak El Nino tidak akan mengganggu ketersediaan pangan dalam negeri. Ia menyebut keberhasilan swasembada sebagai fondasi utama ketahanan tersebut.

 

“Di saat banyak negara diliputi kekhawatiran krisis pangan akibat El Nino, Indonesia alhamdulillah tetap aman. Ini berkat kebijakan pemerintah. Kita sudah swasembada karbohidrat dan protein,” ujar Amran dalam keterangannya, Jumat (17/4/2026).

 

Indikator swasembada beras terlihat dari minimnya ketergantungan impor, khususnya untuk beras medium. Selain itu, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog menunjukkan tren peningkatan signifikan.

 

Hingga pertengahan April 2026, stok beras nasional telah mencapai 4,8 juta ton dan diproyeksikan menembus 5 juta ton dalam waktu dekat. Angka ini menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah.

 

Kinerja sektor pertanian juga tercermin dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang konsisten berada di atas 120 sejak Juli 2024. Bahkan, pada Desember 2025 dan Februari 2026, NTP sempat mencapai 126,11—tertinggi dalam tujuh tahun terakhir.

 

Dari sisi protein, Indonesia juga telah mencapai swasembada, terutama pada komoditas daging ayam ras dan telur. Sepanjang 2025, produksi nasional tercatat melampaui kebutuhan domestik.

 

Produksi daging ayam ras mencapai 4,29 juta ton, sementara kebutuhan hanya 4,12 juta ton. Sedangkan produksi telur ayam ras sebesar 6,54 juta ton, dengan konsumsi 6,47 juta ton.

Menurut Amran, capaian tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan pangan masyarakat dapat dipenuhi sepenuhnya dari produksi dalam negeri. Bahkan, beberapa komoditas seperti minyak goreng telah mampu menembus pasar ekspor.

 

Meski demikian, ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga keberlanjutan ketahanan pangan.

“Ke depan, keberhasilan ini harus dijaga bersama. Kolaborasi pusat dan daerah menjadi kunci agar Indonesia tidak hanya mandiri, tetapi juga mampu menjadi kekuatan pangan dunia,” tegasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit