Anak di Kampung Koceak Tewas Tersengat Listrik, Pemkot Sampaikan Belasungkawa & Evaluasi PJU
SETU — Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyampaikan belasungkawa mendalam atas meninggalnya seorang bocah berusia 12 tahun akibat tersengat arus listrik dari tiang penerangan jalan umum (PJU) di Kampung Koceak, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu, Rabu (6/5) sore. Insiden tragis tersebut sekaligus menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan fasilitas penerangan jalan di Tangsel.
Kapolsek Cisauk, Dhady Arsya, mengatakan peristiwa itu terjadi saat korban tengah mengejar layangan di sekitar lokasi kejadian.
“Korban sedang mengejar layangan lalu memegang tiang tersebut. Posisi tiangnya berada tepat di depan rumah warga dan agak ke tengah,” ujar Dhady, Kamis (7/5).
Menurutnya, korban yang masih berstatus pelajar kelas 6 SD itu diduga langsung tersengat arus listrik saat memegang tiang PJU tersebut.
“Korban satu orang dan setelah kejadian langsung dievakuasi warga. Saat ini korban sudah dimakamkan pihak keluarga,” singkatnya.
Peristiwa tersebut langsung mendapat perhatian Pemerintah Kota Tangsel. Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, menyampaikan duka cita mendalam atas kejadian yang menewaskan anak tersebut.
“Atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan kami turut berduka cita kepada keluarga yang ditinggalkan. Kami juga sudah melakukan pendampingan sampai proses pemakaman,” ujar Pilar.
Menurut Pilar, Pemkot Tangsel juga akan terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban dalam beberapa hari ke depan, termasuk saat pelaksanaan tahlilan.
Ia mengaku telah menerima laporan dari pihak kewilayahan dan tenaga kesehatan terkait kronologi kejadian tersebut.
“Tentu ini menjadi evaluasi bagi kita semua,” katanya.
Pilar menegaskan, peristiwa tersebut menjadi perhatian serius Pemkot Tangsel, khususnya terkait aspek keselamatan infrastruktur penerangan jalan umum.
“Saya juga sudah menyampaikan kepada Dinas Perhubungan agar terus memperhatikan aspek teknis dan keselamatan. Antisipasi ke depan menjadi evaluasi penting agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Meski demikian, Pilar menekankan fokus utama pemerintah saat ini adalah memastikan keluarga korban mendapat pendampingan maksimal.
“Yang paling penting saat ini adalah pendampingan kepada keluarga korban. Insya Allah saya juga akan berkunjung langsung,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat, mengatakan pihaknya telah menerjunkan tim teknis ke lokasi sesaat setelah kejadian.
“Tim teknis kami langsung melakukan pemutusan aliran listrik dan perbaikan di titik tersebut guna memastikan keamanan warga sekitar. Saat ini area sudah dipastikan aman dari risiko arus bocor,” ujarnya.
Ayep menjelaskan, pihaknya masih melakukan pemeriksaan untuk mengetahui penyebab pasti kebocoran arus listrik pada tiang PJU tersebut.
“Kami tengah melakukan pengecekan apakah disebabkan faktor cuaca ekstrem, usia kabel, atau kerusakan teknis lainnya,” jelasnya.
Selain melakukan penanganan teknis, Dishub Tangsel juga telah mendatangi rumah duka sebagai bentuk tanggung jawab moral kepada keluarga korban.
Ayep menyebut, kejadian ini menjadi bahan evaluasi menyeluruh terhadap program “Tangsel Terang” yang selama ini dijalankan untuk meningkatkan penerangan jalan di berbagai wilayah.
“Program Tangsel Terang sejak 2022 bertujuan memberikan kenyamanan dan keamanan warga. Tapi musibah ini menjadi pengingat bahwa aspek keselamatan harus menjadi prioritas utama,” katanya.
Ke depan, Dishub Tangsel akan memperkuat pengawasan dan pemeliharaan berkala terhadap seluruh fasilitas PJU di Tangsel.
“Kalau sebelumnya fokus pada percepatan pembangunan PJU, maka sekarang pemeliharaan dan pengecekan berkala akan diperkuat. Kami akan menyusun jadwal rutin untuk memastikan seluruh infrastruktur tetap laik fungsi dan aman,” tegas Ayep.
Ia juga mengajak masyarakat ikut berperan aktif melaporkan apabila menemukan tiang PJU rusak, miring, atau kabel terkelupas agar segera ditindaklanjuti pemerintah.
“Setiap laporan terkait keselamatan akan menjadi prioritas utama kami. Tidak ada pembangunan yang lebih berharga daripada nyawa manusia,” pungkasnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu






