TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

La Onde Serpong, Kuliner Rumahan Khas Jawa Timur yang Bertahan Sejak 2003 di Vila Melati Mas

Oleh: Emir MG
Editor: AY
Kamis, 07 Mei 2026 | 18:08 WIB
La Onde Serpong milik Pak Karto yang berlokasi di Vila Melati Mas Blok B3/3, Serpong. Foto : Ist
La Onde Serpong milik Pak Karto yang berlokasi di Vila Melati Mas Blok B3/3, Serpong. Foto : Ist

SERPONG — Di tengah kawasan hunian Vila Melati Mas, Serpong, terdapat sebuah usaha kuliner rumahan yang konsisten menghadirkan cita rasa khas Jawa Timur sejak lebih dari dua dekade lalu. Usaha tersebut bernama La Onde Serpong, milik Pak Karto, yang berlokasi di Vila Melati Mas Blok B3/3, Serpong, Tangerang Selatan.


Meski nama “La Onde” baru digunakan sekitar dua tahun terakhir, perjalanan usaha kuliner ini sebenarnya sudah dimulai sejak 2003. Sebelum menetap di rumah produksinya saat ini, Pak Karto sempat berjualan di sejumlah lokasi, mulai dari WTC Matahari hingga ITC BSD.


“Saya sebenarnya sudah buka di daerah Serpong sejak 2003. Dulu sempat di WTC Matahari, lalu pindah ke ITC BSD, dan terakhir menetap di rumah ini,” ujar Pak Karto saat ditemui.


Berbeda dari kebanyakan tempat makan pada umumnya, La Onde Serpong mengusung konsep kuliner rumahan. Rumah kontrakan yang ditempati Pak Karto sekaligus difungsikan sebagai dapur produksi dan tempat menerima pesanan pelanggan.


Konsep sederhana tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri. Seluruh makanan dibuat secara homemade dan diolah dalam kondisi fresh setelah ada pesanan masuk, sehingga kualitas rasa dan tekstur tetap terjaga.


Pak Karto menjelaskan, usaha yang kini ia jalankan awalnya bukan sepenuhnya dikelola olehnya. Namun seiring waktu, ia mengambil alih dan mengembangkan usaha tersebut dengan mempertahankan cita rasa khas Jawa Timur.
“Awalnya memang membawa konsep makanan khas Jawa Timur. Ada petis, onde-onde, tahu petis, pisang goreng, dan jajanan lainnya,” katanya.


Sesuai namanya, onde-onde menjadi menu andalan sekaligus yang paling banyak dicari pelanggan. Selain itu, tahu petis dan pisang goreng juga menjadi favorit karena memiliki cita rasa khas yang sulit ditemukan di tempat lain.
“Yang paling favorit tetap onde-onde. Setelah itu biasanya pisang goreng dan tahu petis,” ujar Pak Karto.


Seluruh proses pembuatan makanan dilakukan sendiri secara homemade. Khusus onde-onde, proses paling memakan waktu berada pada pembuatan isiannya yang harus melewati beberapa tahapan sebelum siap digoreng.


“Kalau adonannya sebenarnya cepat. Yang lama itu bikin isiannya. Setelah itu proses gorengnya sekitar 10 sampai 12 menit,” jelasnya.


Ia juga menegaskan tidak menyiapkan makanan matang dalam jumlah besar untuk dipajang. Sebagian besar menu baru diolah ketika ada pesanan, sementara stok yang tersedia umumnya masih dalam kondisi mentah.
“Kalau ada order baru kita olah. Jadi stoknya paling bahan atau setengah jadi saja,” tambahnya.


Menariknya, Pak Karto mengaku dirinya tidak memiliki latar belakang khusus di dunia kuliner. Namun, perjalanan usaha ini membuatnya merasa seperti diarahkan hingga mampu bertahan selama bertahun-tahun.


“Basic saya sebenarnya bukan di kuliner. Tapi saya merasa seperti ada jalan yang menuntun sampai bisa bertahan di tahap sekarang,” ungkapnya.


Setelah lebih dari 20 tahun menjalankan usaha, Pak Karto berharap La Onde Serpong bisa semakin dikenal masyarakat luas dan terus berkembang ke depannya.


“Syukur-syukur dengan bantuan teman-teman media, makin banyak orang yang tahu. Mudah-mudahan usaha ini juga bisa jadi berkat buat banyak orang,” tutupnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit