Pria Bongkar Makam Ibu Kandung Yang Wafat 30 Tahun Silam
Diduga Karena Konflik Keluarga
SETU-Seorang pria bernama Agus nekat membongkar makam ibu kandungnya di Tempat Pemakaman Bukan Umum (TPBU) Sengkol, Kelurahan Muncul, Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), Jumat (8/5) malam. Aksi ini diduga dipicu persoalan keluarga dan rasa kesal terhadap saudaranya.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 19.00 WIB dan sempat membuat geger warga sekitar. Agus menggali makam seorang diri menggunakan alat seadanya hingga akhirnya aksinya diketahui warga dan pihak keluarga.
Warga yang melihat kejadian itu langsung mendatangi lokasi untuk menghentikan tindakan Agus sebelum situasi semakin memanas.
Kapolsek Cisauk, AKP Dhady Arsya mengatakan, berdasarkan informasi yang diperoleh pihak kepolisian, aksi nekat tersebut dipicu persoalan keluarga terkait penitipan anak.
“Karena permasalahan keluarga. Infonya dia mau menitipkan anaknya ke saudaranya, tapi pihak saudaranya gak mau,” kata Dhady, saat dikonfirmasi, Sabtu (9/5).
Makam yang digali diketahui merupakan makam ibu kandung Agus yang telah meninggal dunia sekitar 30 tahun lalu. Aksi penggalian makam itu pertama kali diketahui oleh seorang warga yang sedang melintas di area pemakaman pada malam hari.
Saat itu warga bersama pengurus lingkungan dan pihak keluarga langsung berusaha menghentikan Agus yang terus menggali makam. “Pada saat dia menggali makam didatangi oleh RW dan RT agar dia menghentikan penggalian tersebut,” ujar Dhady.
Meski sudah diminta berhenti, Agus disebut tetap melanjutkan aksinya hingga makam tergali sedalam kurang lebih 50 centimeter. Setelah dilakukan percakapan cukup lama oleh warga dan keluarga, Agus akhirnya menghentikan penggalian lalu meninggalkan lokasi pemakaman.
Ketua RT setempat, Selamat membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun ia mengaku tidak mengetahui secara rinci kronologi maupun penyebab kejadian karena sedang berada di luar lokasi.
“Waktu kejadiannya saya tahu, dan kejadiannya berada di wilayah saya, tapi kronologis dan penyebabnya gak tahu. Kebetulan saat kejadian saya sedang berada di Kademangan ikut tahlilan,” kata Selamat.
Ia juga memastikan bahwa Agus bukan merupakan warga di lingkungannya. “Itu bukan warga saya,” jelasnya.
Menurut informasi yang diterimanya, persoalan tersebut akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan melalui musyawarah keluarga sehingga situasi kembali kondusif. “Jam sepuluh malam suasana di kuburan sudah sepi,” ungkap Selamat.
Sementara, pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap Agus guna dimintai keterangan lebih lanjut terkait aksi penggalian makam tersebut.
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 13 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu





