TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

ASEAN Hormati Indonesia, Prabowo: Dunia Panik Pangan, Kita Tetap Tenang

Reporter & Editor : AY
Senin, 11 Mei 2026 | 08:35 WIB
Presiden Prabowo ketika panen raya di Jawa Barat. Foto : Ist
Presiden Prabowo ketika panen raya di Jawa Barat. Foto : Ist

GORONTALO - Presiden Prabowo Subianto menegaskan Indonesia kini semakin dihormati negara-negara ASEAN setelah berhasil mencapai swasembada pangan. Di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian, Indonesia dinilai mampu menjaga ketahanan pangan nasional tanpa bergantung pada impor.


Hal tersebut disampaikan Prabowo saat meresmikan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Leato Selatan di Kecamatan Dumbo Raya, Gorontalo, Sabtu (9/5/2026), usai melakukan kunjungan kerja ke Pulau Miangas, Kabupaten Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara.


Dalam sambutannya di hadapan masyarakat dan para nelayan, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan nelayan sekaligus memperkuat sektor kelautan nasional sebagai kekuatan ekonomi masa depan.


“Kita ingin seluruh nelayan Indonesia hidup lebih sejahtera. Penghasilannya harus meningkat dan kehidupan mereka harus semakin baik,” ujar Prabowo disambut antusias warga.


Pada kesempatan itu, Prabowo juga meninjau sejumlah fasilitas penunjang aktivitas nelayan, seperti pabrik es dan cold storage yang dibangun untuk menjaga kualitas hasil tangkapan ikan.


Menurutnya, sektor perikanan dan kelautan memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui konsep blue economy, terutama karena kebutuhan dunia terhadap sumber protein dari ikan terus meningkat.


“Dunia sekarang sangat membutuhkan ikan sebagai sumber protein. Karena itu, pemerintah akan mengembangkan sektor perikanan dan kelautan secara besar-besaran,” katanya.


Prabowo kemudian menyinggung hasil kunjungannya menghadiri KTT ASEAN di Cebu, Filipina. Ia menyebut Indonesia mendapat penghormatan dari negara-negara ASEAN karena dinilai berhasil menjaga ketahanan pangan nasional.


“Kita baru pulang dari KTT ASEAN di Filipina. Indonesia sangat dihormati karena sudah swasembada pangan. Kita sudah swasembada beras dan jagung, sehingga tidak perlu lagi impor pangan,” tegasnya.


Ia juga menilai Indonesia berada dalam posisi kuat di tengah gejolak geopolitik dan ekonomi dunia.


“Banyak negara panik menghadapi krisis pangan, tetapi Indonesia tidak panik. Bahkan sebentar lagi kita menuju swasembada BBM dan tidak lagi bergantung pada impor,” ujar Prabowo.
Prabowo menambahkan, Indonesia memiliki kekayaan alam melimpah yang harus dikelola secara jujur, transparan, dan berpihak pada rakyat.


“Kalau pemimpinnya tidak jujur dan tidak serius bekerja, kekayaan bangsa ini bisa diambil pihak asing,” tandasnya.
Sementara itu, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyebut Indonesia telah mencapai swasembada beras pada 2026 dengan tingkat impor yang kini mencapai nol persen.


Menurut Amran, capaian tersebut didukung data dari berbagai lembaga nasional dan internasional seperti BPS, FAO, dan USDA Amerika Serikat.


“Awalnya kami menargetkan swasembada dalam empat tahun, tetapi Alhamdulillah bisa tercapai hanya dalam satu tahun,” ujar Amran saat memberikan pemaparan di hadapan 118 Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari seluruh Indonesia.


Ia menjelaskan, beras masih menjadi indikator utama ketahanan pangan nasional karena merupakan kebutuhan pokok mayoritas masyarakat Indonesia.
Amran juga mengungkapkan, stok cadangan beras Bulog saat ini mencapai sekitar 5,2 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka.


Selain beras, beberapa komoditas lain yang disebut telah mencapai swasembada antara lain jagung, cabai besar, cabai rawit, dan ayam. Sementara komoditas seperti bawang putih, kedelai, dan daging masih dipenuhi melalui impor.


Ke depan, pemerintah menargetkan swasembada pangan di seluruh wilayah Indonesia guna memperkuat ketahanan pangan nasional sekaligus menekan biaya distribusi dan logistik.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit