Bupati Tangerang Perkuat Sinergi Pembangunan Aglomerasi Jabodetabek
Sub: Ikut Andra Temui Pramono Anung
JAKARTA - Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menghadiri pertemuan strategis bersama Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dan Gubernur Banten Andra Soni. Acara berlangsung di Balai Kota Jakarta, Rabu (20/5).
Perjumpaan lintas daerah tersebut menjadi momentum penting dalam mempererat kolaborasi antar wilayah demi mewujudkan pembangunan metropolitan yang terintegrasi, berkelanjutan dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Pada kesempatan itu, Bupati Maesyal Rasyid juga menyampaikan apresiasi atas inisiasi kerja sama yang dibangun antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tangerang dan Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang.
Salah satu pembahasan utama adalah rencana optimalisasi lahan milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta seluas 95 hektare yang berada di Desa Ciangir, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang.
Menurut Maesyal, lahan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mendukung program strategis nasional.
“Pak Gubernur DKI ingin agar lahan Pemerintah Provinsi DKI yang ada di Desa Ciangir bisa membawa manfaat nyata bagi warga sekitar, sekaligus menyukseskan program-program strategis Presiden Republik Indonesia,” ujarnya.
Ia menjelaskan, dari total lahan 95 hektare itu, sekitar 1,4 hektare telah digunakan untuk fasilitas Lembaga Pemasyarakatan (Lapas). Sementara sisanya akan dimanfaatkan guna mendukung sektor pertanian, kawasan pemukiman dan pembangunan infrastruktur pendukung seperti tandon air.
“Ada sekitar 38 hektare yang diperuntukkan bagi sektor pertanian dan 47 hektare untuk zona pemukiman. Di dalamnya pun direncanakan pembuatan tandon air. Yang terpenting, dampaknya bisa langsung dirasakan masyarakat. Pembahasan teknis pemanfaatan lahan akan segera ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait dari Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Pemkab Tangerang,” jelasnya.
Selain penataan lahan, di pertemuan tersebut membahas penanganan isu strategis area perkotaan, di antaranya pengelolaan sampah, pengendalian banjir dan pengembangan transportasi massal berbasis aglomerasi.
Gubernur Banten, Andra Soni menegaskan bahwa hubungan antara Jakarta dan Banten merupakan hubungan yang saling membutuhkan dan harus diperkuat melalui kolaborasi konkret lintas wilayah.
“Jakarta membutuhkan Banten dan Banten pun membutuhkan Jakarta. Fokus perjanjian adalah pengelolaan sampah, penanggulangan banjir dan transportasi,” terangnya.
Di bidang lingkungan, Pemerintah Pusat telah menetapkan Banten sebagai salah satu area strategis pengembangan proyek nasional Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) atau Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa), termasuk di kawasan aglomerasi Tangerang Raya.
Sementara dalam upaya pengendalian banjir, para kepala daerah menyepakati rencana pembangunan embung besar melalui dukungan kolaboratif antara DKI Jakarta, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang guna mengendalikan debit air sekaligus menjadi sumber air baku yang bisa dimanfaatkan bagi masyarakat.
Di sektor transportasi, pengembangan dan perpanjangan jalur Mass Rapid Transit (MRT) menuju zona Tangerang juga terus dibahas dalam tahap kajian teknis sebagai langkah meningkatkan konektivitas dan mobilitas masyarakat antar wilayah.
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 15 jam yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu


