Pemkot Perketat Pengawasan Harga & Pasokan Pangan
Jelang Idul Adha
CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memperketat pengawasan harga serta pasokan bahan pangan menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Langkah tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas inflasi dan memastikan daya beli masyarakat tetap aman.
Hal itu dibahas dalam Rapat Koordinasi Sinergitas dan Strategi Pengendalian Inflasi Kota Tangsel Menghadapi Hari Raya Idul Adha 1447 H yang digelar di Puspemkot Tangsel, Ciputat, Kamis (21/5).
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengatakan, pengawasan dilakukan terhadap pergerakan harga di pasar, terutama terkait ketersediaan dan harga kebutuhan pokok masyarakat menjelang hari raya.
“Untuk sama-sama kita awasi terkait pergerakan harga di pasar, terutama terkait masalah ketersediaan bahan pokok dan harga bahan pokok di masyarakat menjelang Hari Raya Iduladha. Dan ini bertepatan menjelang triwulan kedua juga. Kita kontrol terus agar inflasi daerah tidak terus naik,” ujar Pilar.
Menurutnya, momentum Iduladha menjadi salah satu periode rawan terjadinya lonjakan harga akibat meningkatnya permintaan masyarakat. Atas hal itu, pemerintah daerah bersama kewilayahan dan dinas terkait diminta terus memantau kondisi pasar agar dapat mengambil langkah cepat bila ditemukan kenaikan harga yang tidak wajar.
“Supaya langkah-langkah konkret dan strategis bisa dilakukan apabila memang ditemukan pergerakan-pergerakan anomali di pasar,” katanya.
Pilar menuturkan, harga daging menjadi salah satu komoditas yang dipantau ketat menjelang Iduladha. Apalagi, perubahan nilai tukar rupiah juga dapat memengaruhi harga di pasaran.
Ia mengatakan, Pemkot Tangsel menyiapkan sejumlah langkah antisipasi, termasuk kemungkinan intervensi melalui pasar murah maupun program stabilisasi lainnya apabila diperlukan.
“Sejauh ini dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan terkait distribusi barang dan harga masih bisa terkendali. Tapi menjelang hari H tentu terus kita pantau setiap hari,” ungkapnya.
Ia menambahkan, sidak pasar telah beberapa kali dilakukan oleh dinas terkait, khususnya ke pasar-pasar tradisional. Pengawasan itu dipastikan akan terus dilakukan hingga Iduladha tiba.
“Kita sudah beberapa kali melakukan sidak ke pasar tradisional. Sampai hari H nanti kita terus pantau. Bahan pangan sampai saat ini Insya Allah masih aman, stok masih terkendali,” jelasnya.
Sementara, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Tangsel, Bambang Noertjahjo menyampaikan, rapat tersebut juga menjadi bagian dari evaluasi triwulan pertama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).
Menurut Bambang, kondisi inflasi Kota Tangsel saat ini masih relatif terkendali dengan angka berada di level 1,74 persen. Meski demikian, pemerintah tetap mewaspadai potensi kenaikan harga menjelang hari besar keagamaan.
.“Biasanya menjelang hari-hari besar akan terjadi peningkatan permintaan pada beberapa kebutuhan tertentu. Kondisi ini biasanya juga akan sedikit meningkatkan angka inflasi, sehingga hal tersebut yang terus kita jaga bersama,” katanya.
Ia menjelaskan, terdapat empat fokus utama yang menjadi perhatian TPID Tangsel, yakni stabilitas pasokan, stabilitas harga, kelancaran distribusi barang, serta rantai distribusi dari produsen hingga konsumen.
“Kalau distribusi terganggu, misalnya akses jalan rusak atau ada hambatan lainnya, biasanya harga akan ikut naik,” ujarnya.
Bambang menambahkan, Pemkot Tangsel juga mulai mendorong kerja sama langsung dengan daerah sentra produsen bahan pangan guna menjaga kestabilan pasokan, terutama untuk komoditas yang tidak diproduksi di Tangsel.
“Bulan depan kami mulai mendatangi sentra-sentra produsen untuk menjalin kerja sama daerah,” tandasnya.(rmn)
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Haji 2026 | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu


