Beratnya Tembus 1 Ton, Si Panjul Dipilih Presiden untuk Kurban di Tangsel
CIPUTAT — Seekor sapi jumbo milik peternak di Kota Tangerang Selatan terpilih menjadi hewan kurban Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Idul Adha tahun ini. Sapi bernama Panjul itu berasal di Maqribie Farm, yang berlokasi di kawasan Cipayung, Ciputat.
Pemilik Maqribie Farm, Muhammad Zamroni Maqribie mengaku bangga sapi peliharaannya lolos seluruh tahapan pemeriksaan kesehatan hingga akhirnya dipilih sebagai sapi kurban Presiden.
“Awalnya saya dapat info dari dinas bahwa Pak Presiden mau kurban dan Alhamdulillah saya beranikan diri dan diuji lolos semuanya,” ujar Zamroni saat ditemui di peternakannya, Selasa (19/5).
Sapi Panjul memiliki bobot mencapai 1.050 kilogram dengan nilai jual sekitar Rp120 juta. Sapi jenis pegon cross itu, didatangkan dari Kediri, Pare, Jawa Timur.
Zamroni menceritakan, Panjul sudah dipeliharanya sejak masih kecil. Ia membeli sapi tersebut dari rekannya di Kediri, lalu dibawa ke Tangsel untuk dirawat hingga sekarang berusia tiga tahun.
Nama Panjul sendiri memiliki cerita unik. Menurut Zamroni, nama itu muncul karena tingkah sapi tersebut yang kerap bercanda saat diberi makan.
“Waktu umur dua tahun dia sempat tidak mau makan. Saya bilang ‘dasar lu Panjul’, eh dia langsung berdiri dan langsung makan. Dari situ akhirnya, waah si Panjul nih namanya,” ungkapnya sambil tertawa.

Selama dipelihara, Panjul mendapat perawatan khusus agar kondisi kesehatannya tetap prima. Selain pemberian jamu, petugas dari dinas terkait juga rutin melakukan pemeriksaan ke kandang.
“Kalau misalnya kurang fit kita kasih jamu. Kalau tidak bisa ditangani, kita panggil dari dinas. Kebetulan sebulan dua kali dari dinas datang ke tempat kami,” jelasnya.
Rencananya, Panjul akan dibawa ke Rumah Potong Hewan (RPH) sebelum nantinya didistribusikan ke Masjid Darul Hikmah, Pamulang.
Sementara itu, Kepala UPT Puskeswan DKPPP Tangsel, Pipit Surya Yuniar memastikan sapi bantuan Presiden tersebut dalam kondisi sehat dan layak dikurbankan.
“Pagi ini kita pemeriksaan ke sapi bantuan Presiden Prabowo di teknik Maqribie Farm. Kemarin secara fisik sudah kita lihat, kemudian kita cek sampel darahnya untuk uji bakteri antraks, PMK, LSD, dan bruselosis. Alhamdulillah semuanya negatif,” terang Pipit.
Ia menegaskan, Panjul telah memenuhi syarat kesehatan maupun administrasi sebagai hewan kurban Presiden.
“Jadi secara administratif sudah layak, sapi sehat,” tegasnya.
Pipit juga menyebut, hingga saat ini belum ditemukan hewan kurban di Tangsel yang mengalami penyakit berat dan tidak layak dipotong. Gangguan kesehatan yang muncul umumnya hanya akibat faktor perjalanan distribusi.
“Biasanya penyakit transportasi seperti mata merah atau kelelahan, itu masih bisa recovery sampai hari H,” ujarnya.
Berdasarkan data sementara DKPPP Tangsel, jumlah hewan kurban yang masuk ke wilayah Tangsel saat ini mencapai sekitar 3.000 hingga 4.000 ekor dan diperkirakan masih akan terus bertambah menjelang Idul Adha.
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu


