TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Ratusan Warga Terjun Susuri Sungai Ciputat

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Redaksi
Selasa, 02 Juni 2026 | 07:45 WIB
ils
ils

CIPUTAT-Sekitar 200 orang terlibat dalam aksi menyusuri aliran Sungai Ciputat sepanjang sekitar 4 kilometer dalam yang digelar, Minggu (31/5). Kegiatan tersebut dilakukan untuk memetakan berbagai persoalan yang diduga menjadi penyebab banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah Kelurahan Cipayung, Kecamatan Ciputat. 

 

 Kegiatan yang dipusatkan di kawasan Perumahan Cipayung Mas itu melibatkan warga, pengurus RT/RW, komunitas lingkungan, akademisi, hingga sejumlah instansi pemerintah yang tergabung dalam Forum Peduli Sungai Ciputat. Selain membersihkan sampah, para peserta juga melakukan pendataan kondisi sungai sebagai bahan evaluasi penanganan banjir ke depan.

 

 Lurah Cipayung, Dini Nurlianti mengatakan, kegiatan tersebut berangkat dari keinginan untuk mengetahui kondisi aktual sungai yang selama ini diduga menjadi salah satu faktor munculnya genangan saat hujan turun.

 

 “Awalnya karena beberapa RT di wilayah kami mengalami genangan air. Ketika hujan besar memang pernah terjadi banjir cukup tinggi, tetapi sekarang masih ada genangan-genangan. Saat hujan deras maupun tidak terlalu deras, genangan itu tetap muncul. Karena itu kami ingin melihat langsung kondisi sungainya, apakah ada kendala atau persoalan yang menyebabkan aliran air tidak lancar,” ujar Dini.

 

 Menurutnya, susur sungai tidak hanya difokuskan pada kegiatan pembersihan sampah. Para relawan juga diminta mendokumentasikan berbagai temuan di lapangan, mulai dari kondisi aliran sungai hingga titik-titik yang berpotensi menghambat laju air.

 

 “Kalau ada hal-hal yang perlu dicatat sebagai data, semuanya didokumentasikan. Jadi bukan hanya membersihkan sampah, tetapi juga melihat kondisi sungai secara menyeluruh,” katanya.

 

 Para relawan kemudian dibagi ke dalam beberapa kelompok untuk menyisir aliran Sungai Ciputat. Untuk memudahkan proses pembersihan, dipasang dua titik jaring sampah di kawasan Pondok Cipayung Mas dan Ciputat sebagai lokasi penampungan material yang terbawa arus.

 

 Dini mengungkapkan, kondisi sungai yang bervariasi menjadi tantangan tersendiri selama kegiatan berlangsung. Bahkan di sejumlah titik, kedalaman air mencapai dada orang dewasa dengan arus yang cukup deras.

 

 “Saya juga turun langsung ke sungai. Ada titik yang airnya sampai di atas dada. Kedalamannya berbeda-beda dan ada yang arusnya cukup deras. Karena itu sampah diarahkan ke titik jaring agar lebih aman bagi relawan,” ungkapnya.

 

 Dari hasil penyisiran sementara, relawan menemukan berbagai jenis sampah dan material yang berpotensi menghambat aliran air, mulai dari sampah rumah tangga, plastik, ranting pohon, hingga batang kayu yang tersangkut di sepanjang aliran sungai.

 

 “Bukan hanya sampah plastik, tetapi juga banyak ranting, batang pohon, dan kayu yang tersangkut. Itu yang kami angkut bersama-sama,” tambahnya.

 

 Kegiatan tersebut juga mendapat dukungan dari berbagai pihak, di antaranya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Lingkungan Hidup, unsur kepolisian, kalangan akademisi, serta komunitas pecinta lingkungan. 

 

 Untuk mengantisipasi keadaan darurat, lebih dari 10 ambulans turut disiagakan selama kegiatan berlangsung.

 

 Salah seorang inisiator kegiatan, Nia mengatakan, susur sungai menjadi langkah awal untuk mengidentifikasi berbagai persoalan yang selama ini diduga menjadi penyebab banjir dan genangan di wilayah yang dilintasi Sungai Ciputat.

 

 Menurutnya, gerakan tersebut bukan untuk menggantikan tugas pemerintah, melainkan membantu menyediakan data dan informasi yang dapat menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang lebih tepat.

 

 “Selama ini banyak yang bertanya kenapa banjir masih terjadi meski normalisasi sungai dan perbaikan drainase sudah dilakukan. Karena itu kami ingin melihat langsung kondisi sungainya, mengumpulkan data, sekaligus membersihkan sampah yang ada,” ujar perempuan yang juga menjabat sebagai salah satu ketua RT di wilayah Cipayung itu.

 

 Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan dan menginspirasi masyarakat untuk lebih peduli terhadap kebersihan sungai serta lingkungan sekitar.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit