PSEL Tangsel Butuh Lahan Tambahan 2,4 Ha
Danantara Pastikan Proyek Dapat Dilanjutkan
PONDOK AREN-Proyek pembangunan Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dipastikan tetap berjalan. Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie telah melakukan pembahasan lanjutan proyek tersebut bersama Danantara, di Rumah Dinas Wali Kota, Selasa (14/7).
Benyamin Davnie mengatakan, pertemuan tersebut membahas kesiapan pembangunan PSEL di TPA Cipeucang, Serpong, mulai dari penyediaan lahan, ketersediaan pasokan sampah, hingga skema bisnis proyek.
Menurut Benyamin, Danantara memastikan proyek dapat dilanjutkan apabila kesiapan lahan telah dipenuhi. Pemkot Tangsel telah menyiapkan anggaran pembebasan lahan yang masih dibutuhkan.
"PSEL Tangerang Selatan siap. Yang pertama mereka memastikan tanah siap. Insya Allah anggaran sudah kita miliki. Tinggal appraisal setelah penetapan lokasi, kemudian sosialisasi dan pengadaan lahan," ujar Benyamin saat ditemui di Kecamatan Pondok Aren, Rabu (15/7).
Ia menjelaskan, Pemkot menargetkan pembebasan sekitar 2,4 hektare (ha) lahan tambahan dapat diselesaikan pada tahun ini. Saat ini pemerintah telah memiliki sekitar 2,5 ha lahan dari total kebutuhan total sekitar 5 ha untuk pembangunan fasilitas PSEL.
Termasuk lahan seluas 2,2 ha yang akan dimanfaatkan sebagai lokasi penyimpanan fly ash dan bottom ash (FABA), yakni residu hasil pengolahan sampah.
"Jadi sudah sangat siap Tangerang Selatan. Saya juga menjelaskan bahwa karena kita siap secara mandiri, kami permisi untuk tidak beraglomerasi dengan kawasan Tangerang," katanya.
Dalam pertemuan tersebut, Danantara juga menanyakan kepastian ketersediaan sampah sebagai bahan baku PSEL. Benyamin menyebut, pihaknya telah memaparkan potensi timbulan sampah di Tangsel yang dinilai mencukupi untuk menunjang operasional fasilitas tersebut.
Menurutnya, dengan jumlah penduduk sekitar 1,4 juta jiwa dan rata-rata produksi sampah sekitar 0,6 kilogram per orang per hari, potensi sampah di Tangsel mencapai lebih dari seribu ton per hari. Meski sebagian telah dikelola secara mandiri oleh kawasan permukiman, pasar, maupun pelaku usaha, volume sampah yang ditangani pemerintah tetap mencukupi. "Jadi saya memastikan bahwa sampahnya cukup," tegasnya.
Benyamin menambahkan, pembahasan mengenai skema bisnis sepenuhnya menjadi kewenangan Danantara. Ia optimistis proyek PSEL dapat segera memasuki tahap konstruksi.
"Targetnya mudah-mudahan tahun ini bisa segera groundbreaking, dan tahun 2028 PSEL kita sudah bisa beroperasi," ucapnya.
Meski proyek PSEL terus dipersiapkan, Pemkot Tangsel tetap menggencarkan program pengurangan sampah dari sumbernya, salah satunya melalui pembuatan lubang biopori di lingkungan permukiman.
Menurut Benyamin, upaya tersebut tetap diperlukan mengingat produksi sampah akan terus meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk.
"Pertama tetap lubang biopori. PSEL ini kan solusi jangka panjang, sementara produksi sampah pasti akan terus meningkat. Karena itu pengurangan sampah dari sumbernya tetap kita lakukan," pungkasnya.(rmn)
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Opini | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




