Avonetiq Luncurkan AVO AI, Solusi Bantu Brand Lebih Mudah Direkomendasikan oleh Kecerdasan Buatan
TANGERANG — Perubahan cara masyarakat mencari informasi di era digital mendorong perusahaan untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Menjawab tantangan tersebut, Avonetiq resmi meluncurkan AVO AI, platform yang dirancang untuk membantu brand meningkatkan visibilitas dan peluang direkomendasikan oleh berbagai platform AI generatif.
Peluncuran AVO AI dilakukan di Jakarta, Kamis (5/6/2026). Platform ini memungkinkan perusahaan memantau, mengukur, sekaligus meningkatkan kehadiran merek mereka di berbagai layanan AI populer seperti ChatGPT, Gemini, Claude, Perplexity hingga Google AI Overviews.
Hadirnya teknologi AI generatif telah mengubah pola perilaku konsumen dalam mencari informasi. Jika sebelumnya pengguna mengandalkan mesin pencari konvensional, kini semakin banyak orang yang langsung meminta rekomendasi kepada AI untuk membandingkan produk, mencari referensi, hingga membantu pengambilan keputusan.
Kondisi tersebut membuat persaingan digital tidak lagi hanya ditentukan oleh posisi di halaman pencarian, tetapi juga bagaimana sebuah brand dipahami dan direkomendasikan oleh sistem AI.
Co-Founder & Partner Avonetiq, Alexandro Wibowo, mengatakan perusahaan perlu mulai memahami bagaimana brand mereka muncul dalam jawaban yang diberikan AI kepada pengguna.
“Selama bertahun-tahun perusahaan mengukur keberhasilan digital melalui peringkat pencarian, traffic website, atau engagement. Namun ketika konsumen mulai bertanya langsung kepada AI, metrik tersebut tidak lagi cukup untuk menggambarkan bagaimana sebuah brand ditemukan dan dipertimbangkan,” ujarnya saat ditemui di Indonesia Digital Marketing Conference (IDMC) 2026, ICE BSD, Jumat (5/6/2026).
Menurut Alexandro, brand yang mampu membangun otoritas digital yang kuat di platform AI memiliki peluang lebih besar untuk masuk dalam pertimbangan konsumen sejak tahap awal proses pembelian.

AVO AI hadir dengan sejumlah fitur yang memungkinkan pengguna memantau kemunculan brand di berbagai model AI, menganalisis sumber informasi yang digunakan AI dalam menghasilkan jawaban, membandingkan posisi dengan kompetitor, serta memperoleh rekomendasi strategis untuk meningkatkan peluang sebuah merek direkomendasikan.
Berbeda dengan perangkat analitik digital konvensional yang fokus pada performa website atau mesin pencari, AVO AI dirancang untuk mengukur bagaimana sebuah brand direpresentasikan dan dipersepsikan oleh AI generatif.
Selain ditujukan untuk perusahaan, platform ini juga dapat dimanfaatkan oleh praktisi pemasaran maupun agensi yang ingin beradaptasi dengan perubahan lanskap pemasaran digital berbasis AI.
Avonetiq menilai kemunculan AI Search menjadi salah satu transformasi terbesar dalam dunia pemasaran digital sejak era mesin pencari modern. Karena itu, perusahaan mendorong brand untuk mulai membangun fondasi otoritas digital yang kuat agar lebih mudah dikenali, dipahami, dan dipercaya oleh sistem AI.
“Sebelumnya brand fokus mencari cara agar ditemukan di mesin pencari. Kini tantangannya berkembang menjadi bagaimana brand direpresentasikan dalam jawaban AI. Ke depan, kemampuan sebuah brand untuk dipahami dan direkomendasikan AI akan menjadi faktor penting dalam memengaruhi keputusan konsumen,” tambah Alexandro.
Dengan semakin meningkatnya penggunaan AI sebagai sumber informasi, kehadiran platform seperti AVO AI dinilai dapat membantu perusahaan menghadapi perubahan perilaku konsumen sekaligus memperkuat daya saing di era digital berbasis kecerdasan buatan.(*)
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 11 jam yang lalu
Ekonomi Bisnis | 7 jam yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu



