Rupiah Masih Tertekan, Dibuka Melemah ke Rp18.116 per Dolar AS
JAKARTA – Nilai tukar rupiah kembali melanjutkan tren pelemahan pada awal perdagangan Selasa (14/7/2026). Mata uang Garuda dibuka turun 0,04 persen ke level Rp18.116 per dolar Amerika Serikat (AS), dibandingkan penutupan sehari sebelumnya di posisi Rp18.109 per dolar AS.
Pergerakan mata uang di kawasan Asia terhadap dolar AS berlangsung bervariasi. Ringgit Malaysia mencatat pelemahan terbesar dengan turun 0,34 persen, disusul baht Thailand 0,07 persen, yuan China 0,05 persen, dolar Singapura 0,02 persen, dan dolar Hong Kong 0,003 persen. Di sisi lain, won Korea Selatan menguat 0,20 persen, yen Jepang naik 0,02 persen, sementara dolar Taiwan menguat tipis 0,003 persen.
Sementara itu, indeks dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama dunia melemah tipis 0,02 persen ke level 101,01.
Terhadap mata uang utama lainnya, rupiah melemah 0,01 persen terhadap poundsterling Inggris ke level Rp24.144, bergerak stabil terhadap euro di level Rp20.033, serta menguat 0,02 persen terhadap dolar Australia ke posisi Rp12.515.
Analis Pasar Uang Lukman Leong menilai tekanan terhadap rupiah masih berpotensi berlanjut seiring meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga minyak mentah dunia dan memperkuat permintaan terhadap dolar AS sebagai aset aman.
Meski demikian, menurut Lukman, keputusan S&P yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia diharapkan mampu memberikan sentimen positif sehingga dapat meredam pelemahan rupiah yang lebih dalam.
Untuk perdagangan hari ini, Lukman memperkirakan nilai tukar rupiah akan bergerak di kisaran Rp18.050 hingga Rp18.200 per dolar AS.
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 14 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu




