Dialogue Music Buka di Gading Serpong, Hadirkan Sekolah dan Pusat Alat Musik dalam Satu Atap
TANGERANG — Industri pendidikan musik di kawasan Tangerang terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap dunia seni. Menjawab kebutuhan tersebut, Dialogue Music resmi hadir di kawasan Gading Serpong dengan konsep terpadu yang menggabungkan sekolah musik dan pusat penjualan alat musik dalam satu lokasi.
Berlokasi di Ruko Hamptown Avenue, Gading Serpong, Pagedangan, Kabupaten Tangerang, fasilitas ini tidak hanya menyediakan program pembelajaran musik, tetapi juga menawarkan berbagai pilihan alat musik dari merek-merek ternama yang dijamin keasliannya.
Kepala Dialogue Music, Mouritz Kansil, mengatakan konsep tersebut dirancang untuk memudahkan masyarakat dalam memperoleh layanan pendidikan musik sekaligus kebutuhan instrumen yang menunjang proses belajar.
"Sehingga kebutuhan belajar dan kebutuhan alat musik dapat terpenuhi secara terintegrasi," ujar Mouritz saat peresmian, Selasa (9/6).
Menurutnya, kehadiran Dialogue Music juga menjadi ruang produktif bagi para pelaku industri musik, termasuk musisi dan artis yang sedang tidak aktif menjalani tur maupun tampil di atas panggung. Melalui kegiatan mengajar, mereka tetap dapat berbagi pengalaman sekaligus memperoleh pendapatan secara berkelanjutan.

Dalam pelaksanaannya, Dialogue Music menerapkan tiga jalur pembelajaran. Pertama, kurikulum ABRSM (Associated Board of the Royal Schools of Music) dari Inggris yang berfokus pada pendidikan musik klasik seperti piano, gitar klasik, alat musik tiup, dan instrumen orkestra lainnya.
Jalur kedua menggunakan kurikulum Rockschool yang diperuntukkan bagi instrumen modern dan kontemporer, seperti gitar elektrik, bass, serta drum. Sementara jalur ketiga merupakan program hobi dengan sertifikasi internal yang dirancang untuk peserta didik yang ingin belajar musik secara lebih fleksibel.
Untuk memastikan perkembangan kemampuan siswa, evaluasi pembelajaran dilakukan secara berkala setiap tiga bulan.
"Murid tidak hanya belajar memainkan alat musik, tetapi juga diajarkan tampil di panggung, melakukan setting alat, hingga memahami fungsi dan spesifikasi peralatan musik yang mereka gunakan," terang Mouritz.
Sementara itu, pendiri sekaligus Kepala Toko Alat Musik Dialogue, Nyoman Saputra Wardana, menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng dua distributor besar guna menghadirkan beragam instrumen musik berkualitas internasional.
Menurut pria yang akrab disapa Bije tersebut, keberadaan toko alat musik yang terintegrasi dengan sekolah musik memberikan keuntungan bagi para siswa maupun orang tua dalam memilih instrumen yang sesuai kebutuhan.
"Kami menyediakan alat musik yang benar-benar layak dan berkualitas untuk proses belajar. Saat calon murid datang untuk trial, mereka bisa langsung mencoba alat yang tersedia. Kami menyediakan berbagai pilihan, mulai dari kelas entry level hingga premium," katanya.
Ia menambahkan, sejumlah instrumen premium juga dihadirkan sebagai referensi kualitas bagi para calon pembeli. Bahkan, beberapa merek tertentu memiliki nilai investasi yang cenderung meningkat dari waktu ke waktu.
Bije menilai, edukasi sebelum membeli alat musik menjadi hal penting mengingat masih banyak masyarakat yang berbelanja secara daring tanpa pendampingan dan berisiko mendapatkan produk palsu atau tidak sesuai kebutuhan.
"Di sini kami bisa memberikan edukasi dan rekomendasi yang tepat sebelum mereka membeli," tutupnya.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu


