Ditolak Masuk AS untuk Piala Dunia 2026, Omar Artan Justru Dipercaya Pimpin Piala Super UEFA
AS — Nasib unik dialami wasit asal Somalia, Omar Artan. Setelah gagal mewujudkan impian memimpin pertandingan Piala Dunia 2026 akibat ditolak masuk Amerika Serikat, kini ia justru mendapat panggung bergengsi di sepak bola Eropa.
Sebelumnya, FIFA telah menetapkan Artan sebagai salah satu wasit yang akan bertugas di ajang Piala Dunia 2026. Namun rencana tersebut batal setelah otoritas perbatasan Amerika Serikat menolak kedatangannya meski ia telah mengantongi visa perjalanan.
Penolakan itu disebut berkaitan dengan proses pemeriksaan keamanan yang dilakukan Bea Cukai dan Perlindungan Perbatasan AS. Kasus tersebut sempat memunculkan perhatian luas dan menempatkan Artan dalam situasi yang tidak mudah.
FIFA kemudian menyatakan bahwa persoalan tersebut berada di luar kewenangan mereka dan sepenuhnya menjadi urusan kebijakan negara tuan rumah.
Di tengah kontroversi yang muncul, kabar positif datang dari Eropa. Konfederasi Sepak Bola Eropa (UEFA) resmi menunjuk Omar Artan sebagai wasit untuk laga Piala Super UEFA 2026.
Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, menyebut Artan sebagai sosok wasit berkualitas yang telah menunjukkan kapasitasnya di level tertinggi sepak bola Afrika.
Menurut Ceferin, sepak bola seharusnya menjadi ruang yang menyatukan banyak pihak. Penunjukan Artan juga menjadi bentuk penghormatan atas profesionalisme dan prestasi yang telah ia tunjukkan selama ini.
Artan dijadwalkan memimpin pertandingan Piala Super UEFA 2026 yang mempertemukan juara Liga Champions Paris Saint-Germain melawan juara Liga Europa Aston Villa pada 12 Agustus mendatang di Salzburg, Austria.
Keputusan tersebut diambil UEFA setelah melakukan koordinasi dengan Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF). Langkah itu juga menjadi bagian dari penguatan kerja sama kedua konfederasi dalam mendorong perkembangan sepak bola dan nilai-nilai persatuan, kesetaraan, serta anti-diskriminasi.
Presiden CAF, Patrice Motsepe, menyambut baik keputusan tersebut. Ia menilai penunjukan Artan menjadi bukti pengakuan internasional terhadap kualitas wasit Afrika.
Bagi Motsepe, kesempatan memimpin Piala Super UEFA bukan hanya kehormatan bagi Omar Artan secara pribadi, tetapi juga kebanggaan bagi Somalia dan seluruh komunitas sepak bola Afrika.
Dari kegagalan tampil di Piala Dunia, Omar Artan kini justru memperoleh panggung baru yang tak kalah prestisius di sepak bola Eropa.
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Tangerang | 3 hari yang lalu


