Dari Sumatera hingga Papua, Pemerintah Kebut Pembangunan 10 Ribu Km Rel Kereta
JAKARTA - Pemerintah mempercepat pengembangan jaringan perkeretaapian nasional hingga mencapai 10.524 kilometer (km) sebagai langkah memperkuat konektivitas antardaerah, menekan biaya logistik, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh Indonesia.
Rencana tersebut disampaikan Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi kepada Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta.
Menurut Dudy, pembangunan jaringan kereta bukan sekadar menghadirkan infrastruktur transportasi, tetapi juga membuka akses yang lebih luas bagi masyarakat, meningkatkan efisiensi distribusi barang, serta menciptakan peluang ekonomi baru di berbagai wilayah.
Saat ini, jaringan kereta api aktif nasional telah mencapai sekitar 6.927 km yang tersebar di Pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua. Pemerintah menargetkan perluasan jaringan menjadi 10.524 km, termasuk pengembangan layanan kereta perkotaan sebagai tulang punggung mobilitas masyarakat.
Strategi pengembangannya disesuaikan dengan karakteristik masing-masing wilayah. Di Sumatera, fokus diarahkan pada angkutan barang dan mobilitas masyarakat. Sementara di Kalimantan, Sulawesi, dan Papua, pengembangan rel diprioritaskan untuk memperkuat distribusi komoditas unggulan dan menopang aktivitas ekonomi daerah.
Sejumlah proyek strategis yang terus dipacu antara lain pembangunan Kereta Api Trans Sumatera, pengembangan kereta logistik di Kalimantan, penyelesaian operasional Kereta Api Makassar–Parepare, serta perluasan layanan kereta perkotaan di sejumlah kota.
Di Pulau Jawa, pengembangan turut mencakup peningkatan kapasitas layanan, elektrifikasi jalur, hingga pengembangan jaringan kereta semi cepat dan kereta cepat.
Pemerintah juga terus memperluas layanan gerbong khusus bagi petani dan pedagang yang telah beroperasi di sejumlah daerah sebagai upaya mendukung distribusi hasil produksi masyarakat.
Penguatan jaringan perkeretaapian diharapkan mampu menghubungkan pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra pertanian, pelabuhan, bandara, hingga destinasi wisata sehingga masyarakat memperoleh akses transportasi yang lebih cepat, nyaman, dan terjangkau.
Melalui pembangunan rel yang semakin luas, pemerintah menargetkan kereta api menjadi tulang punggung transportasi massal dan logistik nasional demi mendukung Indonesia yang lebih maju, efisien, dan terhubung.
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Ekonomi Bisnis | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu


