TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Bermain Memukau, Beradab Mengagumkan: Jepang Kembali Tunjukkan Kelas di Piala Dunia

Reporter: Farhan
Editor: AY
Rabu, 17 Juni 2026 | 06:36 WIB
Aksi bersih-bersih penonton Jepang di Piala Dunia 2026. Foto : Ist
Aksi bersih-bersih penonton Jepang di Piala Dunia 2026. Foto : Ist

AS - Jepang kembali mencuri perhatian dunia. Bukan semata karena penampilan impresif di lapangan, tetapi juga karena sikap dan budaya yang mereka tunjukkan setelah pertandingan.


Pada laga perdana Grup F, tim berjuluk Samurai Biru berhasil menahan Belanda dengan skor 2-2. Namun, sorotan publik tidak berhenti pada hasil pertandingan. Seperti yang sudah menjadi kebiasaan selama bertahun-tahun, para suporter Jepang kembali melakukan aksi sederhana yang meninggalkan kesan mendalam: membersihkan stadion sebelum pulang.


Melalui video yang diunggah FIFA di Instagram, terlihat para pendukung Jepang dari berbagai usia—mulai anak-anak hingga orang dewasa—bersama-sama memungut sampah kemasan makanan dan minuman di sekitar tempat duduk dan area tribun.


Yang menarik, kebiasaan itu juga tercermin dari para pemain Jepang. Setelah meninggalkan ruang ganti, area tersebut tampak bersih dan tertata rapi. Seragam dan rompi disusun dengan teratur, sementara sisa makanan dan minuman dikumpulkan pada tempat yang semestinya.


Perilaku seperti ini bukanlah hal baru bagi Jepang. Di berbagai ajang internasional, para suporter mereka kerap meninggalkan lokasi acara dalam keadaan bersih. Kebiasaan tersebut lahir dari pendidikan yang ditanamkan sejak dini. Di Jepang, anak-anak sudah diajarkan untuk bertanggung jawab terhadap kebersihan lingkungan sejak duduk di bangku sekolah dasar.

 

Nilai itu juga berkaitan dengan konsep omoiyari, yaitu sikap menghargai dan menunjukkan kepedulian kepada orang lain serta lingkungan sekitar. Dalam pandangan tersebut, meninggalkan tempat dalam keadaan kotor dianggap sebagai bentuk ketidakhormatan.
Ada pula ungkapan yang cukup dikenal di Jepang: “Tatsu tori ato wo nigosazu” — seekor burung yang pergi tidak meninggalkan jejak yang mengotori.


Bagi mereka, menjaga kebersihan bukan sekadar rutinitas, melainkan bentuk penghormatan kepada sesama penonton, pemain, dan tempat yang telah memberi ruang untuk menikmati pertandingan.


Dari tribun hingga ruang ganti, Jepang kembali menunjukkan bahwa kemenangan sejati bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga bagaimana meninggalkan kesan baik setelah semuanya selesai.

 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit