Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang Murka Terhadap Kebijakan Sewenang-wenang TAPD
Ploting Anggaran Pembebasan Lahan Puskesmas Pagelaran Dihapus
PANDEGLANG - Kebijakan penghapusan ploting anggaran pembebasan lahan untuk relokasi Puskesmas Pagelaran yang ada di Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Kabupaten Pandeglang, bikin murka (marah besar) Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang, Tb. Udi Juhdi.
Tb. Udi Juhdi mengaku, kecewa dan menyayangkan terhadap sikap sewenang-wenang yang ditunjukan oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Pandeglang. Sebab, penghapusan pembebasan lahan yang dilakukan pihak TAPD dan DPKPP Pandeglang, tak ada konfirmasi untuk dilakukan pembahasan kembali bersama DPRD Pandeglang.
Sebelumnya, menurut mantan Ketua DPRD Pandeglang ini, DPRD bersama TAPD telah menyepakati pengalokasian anggaran pembebasan lahan tersebut dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran (TA) 2026.
Namun, ungkap Udi, saat pembahasan anggaran dan program kerja untuk tahun 2027 mendatang bersama Organisasi Perangkat Daerah (OPD), terungkap bahwa ploting anggaran pembebasan lahan relokasi Puskesmas Pagelaran telah dihapus.
“Saya sempat bicara keras kepada pihak TAPD dan DPKPP. Kenapa ploting anggaran pembebasan lahan untuk relokasi Puskesmas Pagelaran dihapus, padahal sebelumnya sudah disepakati bersama,” kata Tb. Udi, Kamis (30/7).
Politisi Partai Gerindra Pandeglang ini, menilai penghapusan anggaran tersebut dilakukan secara sepihak dan sewenang-wenang tanpa adanya pembahasan bersama DPRD Pandeglang.
“Saya merasa aneh kenapa anggaran pembebasan lahan Puskesmas Pagelaran dicoret begitu saja, padahal sudah disepakati dalam APBD TA 2026. Tapi sekarang justru dihilangkan lagi oleh TAPD,” jelasnya.
Akibat penghapusan tersebut, rencana pembebasan lahan harus diusulkan kembali pada pembahasan APBD Tahun Anggaran 2027 mendatang. “Ya, kembali ke nol lagi. Kita harus mengusulkan kembali penganggarannya di APBD TA 2027,” katanya.
Tb. Udi menegaskan, relokasi Puskesmas Pagelaran sudah menjadi kebutuhan mendesak. Selain kondisi bangunan yang dinilai tidak lagi memadai, lahan puskesmas saat ini juga terlalu sempit sehingga perlu dipindahkan ke lokasi yang lebih representatif.
“Relokasi ini penting agar Puskesmas Pagelaran bisa ditingkatkan menjadi pelayanan rawat inap. Dengan lahan yang lebih luas dan representatif, pelayanan kesehatan kepada masyarakat akan lebih maksimal,” harapannya.
Menurut Tb. Udi, apabila relokasi telah terealisasi, bangunan puskesmas yang lama dapat dimanfaatkan sebagai Puskesmas Pembantu (Pustu).
“Nantinya bangunan lama bisa dijadikan Pustu, sehingga jangkauan pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin luas dan optimal,” katanya.
Saat ditanya mengenai besaran anggaran pembebasan lahan yang dihapus, Tb. Udi menyebut nilainya diperkirakan lebih dari Rp 1 miliar.
“Sekarang kami usulkan lagi dengan anggaran sekitar Rp 1,2 miliar lebih. Relokasi Puskesmas Pagelaran sangat penting demi meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat,” tandasnya.
Sementara, saat hendak dikonfirmasi langsung kepada Ketua TAPD Pandeglang, Asep Rahmat. Ketua TAPD Pandeglang sedang tidak ada di ruang kerjanya di Sekretariat Daerah (Setda) Pandeglang. Kata salah seorang staf, bahwa beliau sedang tugas di luar kantor.(pal)
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 13 jam yang lalu
Pos Tangerang | 2 hari yang lalu



