TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Selat Hormuz Kembali Beroperasi, Pemulihan Arus Kapal Diperkirakan Masih Memakan Waktu

Reporter & Editor : AY
Jumat, 19 Juni 2026 | 16:11 WIB
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto : Ist
Ilustrasi Selat Hormuz. Foto : Ist

IRAN — Dibukanya kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz setelah tercapainya kesepakatan penghentian konflik antara Amerika Serikat dan Iran membawa harapan baru bagi pasar energi global. Namun, pelaku industri menilai kondisi ini belum otomatis mengakhiri kemacetan distribusi yang telah berlangsung selama berbulan-bulan.


Para pengamat pelayaran dan perusahaan logistik memperkirakan proses normalisasi lalu lintas kapal membutuhkan waktu cukup panjang. Antrean kapal yang menumpuk selama masa penutupan diprediksi baru dapat terurai secara bertahap dalam hitungan minggu hingga beberapa bulan ke depan.


Kabar tercapainya kesepakatan politik tersebut sempat mendorong penurunan harga minyak dunia hingga kembali bergerak di bawah level US$80 per barel. Pasar menilai terbukanya akses Selat Hormuz berpotensi memulihkan distribusi minyak mentah, gas alam cair (LNG), serta berbagai komoditas penting dari kawasan Teluk.


Meski demikian, tantangan utama saat ini bukan lagi keputusan membuka jalur, melainkan kesiapan operasional dan keamanan di lapangan. Operator kapal, pengelola pelabuhan, serta perusahaan energi masih menunggu kepastian terkait prosedur pelayaran dan jaminan keamanan sebelum kembali beroperasi secara penuh.


Sejumlah aspek masih menjadi perhatian, mulai dari mekanisme izin melintas, kemungkinan penerapan biaya layanan, aturan pengawalan kapal, hingga proses pemeriksaan keamanan untuk memastikan jalur bebas dari potensi ancaman.


Pelaku industri memperkirakan pembukaan jalur akan dilakukan secara bertahap dan belum akan langsung kembali ke volume normal sebelum konflik. Sebelum ketegangan terjadi, Selat Hormuz menjadi salah satu koridor pelayaran tersibuk di dunia dengan ratusan kapal melintas setiap pekan.


Sementara itu, pemantauan aktivitas ekspor energi di kawasan Teluk juga menunjukkan pemulihan belum berlangsung signifikan. Beberapa kapal yang telah memuat minyak dilaporkan masih menunggu perkembangan situasi sebelum melanjutkan perjalanan ke tujuan akhir.


Kondisi tersebut menunjukkan bahwa meskipun hambatan politik mulai mereda, pemulihan rantai pasok global masih memerlukan waktu agar kembali berjalan normal sepenuhnya.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit