TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Dari Bintaro untuk Bumi, HBBL Ajak Masyarakat Bergerak Jaga Lingkungan

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Minggu, 21 Juni 2026 | 15:10 WIB
Komunitas Hijau Bumiku Biru Langitku (HBBL) menggelar Jalan Sehat Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan Car Free Day (CFD) Bintaro, Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (21/6) pagi. Foto : Ist
Komunitas Hijau Bumiku Biru Langitku (HBBL) menggelar Jalan Sehat Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan Car Free Day (CFD) Bintaro, Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (21/6) pagi. Foto : Ist

PONDOK AREN - Komunitas Hijau Bumiku Biru Langitku (HBBL) menggelar Jalan Sehat Hari Lingkungan Hidup Sedunia di kawasan Car Free Day (CFD) Bintaro, Jalan Boulevard Bintaro Jaya, Pondok Aren, Tangerang Selatan, Minggu (21/6) pagi.


Mengusung tema "Bersama Menjadi Penyelamat Bumi untuk Masa Depan Berkelanjutan", kegiatan tersebut menjadi sarana kampanye hidup sehat sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.


Kegiatan yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat ini, turut dihadiri Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan. Dalam kesempatan tersebut, Pilar mengapresiasi konsistensi HBBL dalam mengedukasi masyarakat mengenai pelestarian lingkungan.


Menurut Pilar, upaya menjaga kelestarian alam tidak dapat dilakukan oleh pemerintah daerah semata. Dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai komunitas, organisasi, dan masyarakat untuk membangun kesadaran kolektif dalam menjaga lingkungan.


“Program ini tentu selaras dengan program Pemerintah Kota Tangerang Selatan dalam meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat terhadap kelestarian alam. Karena meningkatkan kesadaran masyarakat tidak bisa dilakukan pemerintah daerah sendiri. Diperlukan dukungan organisasi maupun lembaga lingkungan hidup, termasuk HBBL yang secara konsisten mengkampanyekan hidup sehat, peduli sampah, dan peduli terhadap kelestarian lingkungan,” ujar Pilar.

 

Foto : Ist


Ia mengajak masyarakat memulai langkah sederhana dari rumah masing-masing, seperti memilah sampah organik dan nonorganik serta aktif dalam kegiatan bank sampah.


“Kalau bukan kita siapa lagi yang mulai mencintai lingkungan hidup. Kalau bukan kita yang menggerakkan bank sampah, siapa lagi. Kalau bukan kita yang memilah sampah dari rumah tangga, siapa lagi,” tegasnya.


Pilar mengungkapkan dirinya telah aktif mengikuti kegiatan bank sampah di lingkungan tempat tinggalnya selama empat tahun terakhir. Menurutnya, perubahan besar harus diawali dari lingkungan terkecil, yakni keluarga dan lingkungan sekitar tempat tinggal.


Ia juga menyoroti persoalan sampah yang masih menjadi tantangan serius di Tangerang Selatan. Meski pemerintah tengah mempersiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik, dukungan masyarakat tetap menjadi faktor utama keberhasilan pengelolaan sampah.


“Penanganan sampah ini penting sekali. Bukan hanya agar lingkungan tidak tercemar, tetapi juga untuk mengurangi beban sampah yang terus menumpuk di TPA. Tidak cukup hanya dengan usaha pemerintah daerah, harus didukung masyarakat melalui pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah tangga,” katanya.


Selain itu, Pilar mengajak masyarakat mengurangi polusi udara dengan menggunakan kendaraan berbahan bakar fosil secara bijak serta menjaga kebersihan sungai dari berbagai jenis sampah rumah tangga.


“Masih banyak ditemukan sampah rumah tangga yang dibuang ke sungai. Bahkan ada yang membuang kasur hingga sofa. Sungai adalah milik bersama yang harus kita jaga agar tetap bersih dan tidak menimbulkan masalah lingkungan,” tandasnya.


Sementara itu, Ketua Komunitas HBBL, Tini Soeharsono mengatakan, kegiatan tersebut digelar untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia sekaligus mendukung pencanangan Program Gerakan Banten Bersih yang tengah dijalankan pemerintah.


“HBBL adalah komunitas relawan lingkungan di Bintaro. Pada kesempatan ini kami sekaligus mendukung pencanangan Gerakan Banten Bersih. Karena itu hadir Pak Pilar mewakili Pak Wali Kota,” ujarnya.


Tini menjelaskan, rangkaian kegiatan diisi dengan berbagai aktivitas yang memadukan olahraga dan edukasi lingkungan. Peserta mengikuti senam bersama, taichi, pawai kampanye lingkungan, hingga edukasi pembuatan eco-enzyme yang dikenal memiliki beragam manfaat bagi lingkungan.


Acara tersebut juga menghadirkan sejumlah tokoh dan pegiat lingkungan, termasuk seniman Dik Doank serta pelaku usaha yang memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai guna dan bernilai ekonomi.


Menurut Tini, keterlibatan berbagai pihak dalam kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat dibangun melalui kolaborasi yang luas.


Ia berharap pemerintah maupun pengembang dapat semakin merangkul komunitas lingkungan karena memiliki kedekatan langsung dengan masyarakat dalam menjalankan program-program pelestarian alam.


“Harapan kami komunitas-komunitas lingkungan bisa dirangkul karena sehari-hari kami berada di tengah masyarakat. Kami ingin menjadi ujung tombak dalam menyebarkan kesadaran menjaga lingkungan hingga ke tingkat warga,” katanya.


Tini pun mengingatkan masyarakat agar tidak berhenti pada tahap menerima edukasi semata, melainkan mulai menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.


“Kalau sudah mendapatkan edukasi, jangan hanya berhenti mendengar. Harus ada aksi nyata. Mulailah dari diri sendiri, dari rumah sendiri, lalu tularkan ke lingkungan sekitar. Dari langkah kecil itulah perubahan besar bisa terjadi,” pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit