Puluhan Boks Panel PJU Di Tangsel Digondol Maling
Membuat Lampu Jalan Mati & Pemkot Rugi Rp 50 Juta
SERPONG-Puluhan boks panel Penerangan Jalan Umum (PJU) yang berada di ruas jalan protokol di Kota Tangerang Selatan (Tangsel) raib digondol maling. Akibat hilangnya benda tersebut, PJU mati total.
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat mengungkapkan, kasus pencurian panel PJU masih terjadi hingga tahun ini. Bahkan dalam beberapa kejadian, pencurian menyebabkan lampu jalan di sejumlah ruas utama padam secara bersamaan.
"Seperti kemarin, sepanjang Jalan Ciater Raya mati semua, sepanjang Puspemkot mati semua, Jalan Aria Putra juga mati. Ada lima ruas jalan yang terdampak karena lima panel hilang," ujar Ayep saat ditemui di kawasan Serpong, Rabu (24/6).
Menurut Ayep, bagian yang menjadi incaran pelaku bukan hanya boks panelnya, melainkan komponen penting yang berada di dalamnya. Mulai dari KWh meter, sensor photocell, hingga Miniature Circuit Breaker (MCB). "Yang dicuri boks panel. Di dalamnya ada KWh meter, sensor dan MCB. Itu yang hilang," jelasnya.
Berdasarkan data Dishub Tangsel, sepanjang tahun ini, sekitar 30 boks panel PJU telah menjadi sasaran pencurian. Kerugian yang ditimbulkan diperkirakan mencapai sekitar Rp 50 juta. "Dalam setahun ini sudah sekitar 30 box panel yang hilang. Kerugiannya kurang lebih Rp 50 juta," katanya.
Ayep mengungkapkan, pihaknya telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Salah satunya dengan memberikan tanda khusus pada material panel agar tidak mudah dijual kembali oleh pelaku. "Kita sudah baret-baretin, kita pilok juga supaya tidak bisa dijual. Tapi tetap saja dicuri," ungkapnya.
Ia menyebut, wilayah yang paling sering mengalami pencurian panel PJU berada di kawasan Ciputat Timur, Pamulang, dan Ciputat. Selain panel, pelaku juga mulai menyasar kabel listrik bawah tanah yang terpasang di median jalan.
Menurutnya, kasus pencurian kabel terbaru terjadi di Jalan Raya Serpong arah Granada-Nusaloka. Dalam kejadian tersebut, satu jalur kabel tanam dilaporkan hilang.
"Kabel yang ditanam di median jalan juga hilang. Kemarin arah Granada-Nusaloka satu jalur hilang," tuturnya.
Menyikapi kondisi tersebut, Dishub Tangsel tengah menyiapkan sejumlah langkah pengamanan tambahan. Salah satunya dengan meningkatkan spesifikasi boks panel yang digunakan pada pembangunan dan pemeliharaan PJU.
Ke depan, material boks panel akan dibuat lebih tebal dan dilengkapi sistem penguncian yang lebih sulit dibobol. "Kita terus berusaha agar tidak mudah dicuri," kata Ayep.
Selain memperkuat fisik panel, Dishub juga mempertimbangkan pemasangan kamera pengawas atau CCTV di titik-titik yang dinilai rawan. Namun pemasangannya akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
"Kalau CCTV untuk meminimalisir tentu kita upayakan. Tapi titik panel jumlahnya ribuan, tidak mungkin dipasang semua. Rencananya di jalan-jalan utama yang rawan terlebih dahulu," ujarnya.
Ayep memastikan, pembangunan dan peningkatan layanan PJU tetap berjalan. Tahun ini Dishub Tangsel menargetkan pembangunan sekitar 2.200 titik PJU baru sehingga total jaringan PJU yang dikelola mencapai sekitar 70 ribu titik.
"Kalau sebelumnya pembayaran listrik PJU sekitar Rp 50 miliar per tahun, sekarang bisa turun menjadi sekitar Rp 45 miliar. Penghematan itu kemudian digunakan kembali untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat," pungkasnya.
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




