Gempa Dahsyat Guncang Venezuela, 920 Tewas dan 3.360 Luka-Luka, Ratusan Masih Terjebak Reruntuhan
VENEZUELA - Gempa bumi dahsyat berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang mengguncang Venezuela pada Rabu (24/6/2026) menimbulkan korban besar. Hingga laporan terbaru, sedikitnya 920 orang dilaporkan meninggal dunia, 3.360 lainnya mengalami luka-luka, dan 172 orang masih terjebak di bawah reruntuhan bangunan.
Ketua Majelis Nasional Venezuela, Jorge Rodriguez, mengatakan dampak gempa telah meluas ke berbagai fasilitas publik dan infrastruktur penting.
“Getaran gempa telah memengaruhi sedikitnya 383 bangunan, 13 rumah sakit, 25 pusat perbelanjaan, serta 1.002 struktur lainnya,” ujarnya, seperti dikutip dari CNN International, Jumat (26/6/2026).
Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan perjalanan menuju La Guaira, wilayah yang mengalami kerusakan paling parah akibat bencana tersebut. Saat ini, kawasan itu telah berada dalam pengamanan militer guna memperlancar proses evakuasi dan distribusi bantuan.
Pesepak Bola Turut Jadi Korban
Duka juga menyelimuti dunia sepak bola Venezuela. Tim Nasional Venezuela bersama Federasi Sepak Bola Venezuela (FVF) mengonfirmasi sejumlah pemain menjadi korban dalam bencana tersebut.
Salah satu yang meninggal dunia adalah talenta muda Yimvert Berroteran (18), yang sempat tampil di Piala Dunia U-17 Doha dan baru-baru ini memperkuat tim nasional U-20. Selain itu, pesepak bola Victor Palacios dan Razan Sijaa juga dilaporkan menjadi korban jiwa.
Di sisi lain, tragedi menyentuh juga dialami keluarga bek Zulia FC, Hector Bello. Sang istri, Andrea, dilaporkan meninggal dunia setelah berusaha melindungi putri mereka yang baru berusia satu tahun dari reruntuhan bangunan. Anak tersebut kini menjalani perawatan di rumah sakit bersama bibinya.
Organisasi kemanusiaan Médecins Sans Frontières (MSF) atau Dokter Tanpa Batas telah menyalurkan bantuan berupa peralatan pertolongan pertama darurat ke rumah sakit di Caracas dan La Guaira.
Seorang dokter anak di Caracas, Dr. Huniades Urbina-Medina, mengungkapkan bahwa fasilitas kesehatan kini menghadapi krisis pasokan penting, mulai dari air bersih, antibiotik, cairan infus, anestesi, hingga perlengkapan medis dasar.
Upaya pencarian dan penyelamatan masih terus berlangsung di tengah kekhawatiran jumlah korban akan terus bertambah seiring proses evakuasi yang belum selesai.
Piala Dunia 2026 | 3 jam yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Pos Banten | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 5 jam yang lalu



