TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Mesir Geram Usai Disingkirkan Argentina, Wasit Dituding Rugikan The Pharaohs

Reporter & Editor : AY
Rabu, 08 Juli 2026 | 13:45 WIB
Pelatih Mesir, Hossam Hassan (kedua dari kiri) Lakukan Protes ke Wasit di Laga Argentina Vs Mesir. Foto : Ist
Pelatih Mesir, Hossam Hassan (kedua dari kiri) Lakukan Protes ke Wasit di Laga Argentina Vs Mesir. Foto : Ist

AS – Kekalahan dramatis yang dialami Mesir dari Argentina pada babak 16 besar Piala Dunia 2026 menyisakan kekecewaan mendalam. Sempat unggul dua gol, The Pharaohs akhirnya tumbang 2-3 dalam laga yang diwarnai sejumlah keputusan kontroversial dari wasit.


Bermain di Atlanta Stadium, Selasa (7/7/2026) malam WIB, pasukan Hossam Hassan tampil impresif sejak awal pertandingan. Mesir bahkan mampu memimpin 2-0 sebelum Argentina bangkit dan membalikkan keadaan untuk memastikan tiket ke perempat final.


Namun, hasil pertandingan tersebut memicu kemarahan kubu Mesir yang menilai kepemimpinan wasit asal Prancis, Francois Letexier, merugikan mereka.


Kontroversi pertama terjadi pada menit ke-59 ketika Mostafa Ziko berhasil menjebol gawang Argentina. Setelah meninjau tayangan VAR, Letexier memutuskan menganulir gol tersebut karena menganggap terjadi pelanggaran terhadap Lisandro Martinez dalam proses gol.


Kekecewaan Mesir semakin memuncak pada momen gol kemenangan Argentina yang dicetak Enzo Fernandez. Kubu The Pharaohs menilai Mohamed Salah lebih dulu dilanggar sebelum Argentina melancarkan serangan balik. Meski pemain dan ofisial Mesir meminta peninjauan VAR, wasit tetap mengesahkan gol tersebut.
Protes keras dari bangku cadangan Mesir berujung kartu merah bagi salah seorang staf tim.


Usai pertandingan, Mostafa Ziko melontarkan kritik tajam terhadap kepemimpinan wasit. Winger berusia 29 tahun itu menilai keputusan-keputusan yang diambil telah merusak perjuangan timnya.


"Keputusan wasit itu tidak adil. Benar-benar tidak adil. Semua usaha kami hancur. Kami sempat unggul 2-0, tetapi pada akhirnya kami tidak bisa berbuat apa-apa. Sekarang semuanya kami serahkan kepada Tuhan," ujar Ziko, dikutip dari The Athletic.


Ziko juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat Mesir karena gagal membawa tim melangkah lebih jauh di turnamen.


"Kami sangat menyesal kepada rakyat Mesir. Kami ingin membuat kalian semua bangga, tetapi itu tidak terjadi. Semua ini karena keputusan wasit. Saya merasa Piala Dunia ini sudah diarahkan untuk Argentina," ucapnya.


Kekalahan tersebut memastikan langkah Mesir terhenti di babak 16 besar. Sementara Argentina melaju ke perempat final dan akan bersaing bersama tim-tim unggulan lain yang masih bertahan di Piala Dunia 2026.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit