TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Hashim: Ada 'Iblis dan Setan' Rusak Program MBG dan Kopdes Merah Putih

Reporter & Editor : AY
Senin, 06 Juli 2026 | 08:05 WIB
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo. Foto : Ist
Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo. Foto : Ist

JAKARTA – Utusan Khusus Presiden Bidang Energi dan Iklim, Hashim Djojohadikusumo, mengungkapkan adanya oknum yang disebutnya sebagai "iblis dan setan" yang berupaya merusak citra program prioritas pemerintah, yakni Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih.


Menurut adik Presiden Prabowo Subianto itu, kedua program tersebut lahir dengan tujuan mulia untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, dalam pelaksanaannya mulai muncul berbagai penyelewengan yang mencoreng kepercayaan publik.


"Dalam perjalanan program ini ada penyelewengan, penyimpangan, bahkan ada yang sengaja merusak citra program yang mulia ini," kata Hashim saat melantik Pengurus Srikandi Jaga Desa di Ballroom The Djakarta Theater, Jakarta, Jumat (3/7).


Hashim menjelaskan, gagasan MBG telah diperjuangkan Prabowo sejak 2006 karena keprihatinannya terhadap tingginya angka stunting di Indonesia. Program tersebut terus diperjuangkan dalam setiap kontestasi politik hingga akhirnya direalisasikan setelah Prabowo menjadi presiden.


Karena itu, ia memastikan pemerintah tidak akan menghentikan program MBG. Sebaliknya, seluruh elemen masyarakat diminta ikut mengawasi pelaksanaannya agar tidak dimanfaatkan pihak-pihak yang mengejar keuntungan pribadi.


Selain MBG, Hashim juga menyoroti pelaksanaan Kopdes Merah Putih yang bertujuan memutus ketergantungan masyarakat desa terhadap tengkulak. Namun, ia mengaku menerima laporan adanya indikasi penyimpangan dalam implementasi program tersebut.
"Jangan sampai tujuan yang mulia, jangan sampai program yang baik ini dirusak oleh setan-setan dan hamba iblis di seluruh Indonesia," tegasnya.


Hashim mengingatkan, setiap program pemerintah selalu menghadapi godaan penyalahgunaan. Karena itu, ia meminta seluruh pihak menjaga integritas dan tidak tergoda melakukan praktik-praktik yang merugikan masyarakat.
"Saya kira kita semua percaya ada roh-roh gelap yang menggoda manusia. Karena itu kita harus berhati-hati," ujarnya.


Ia menambahkan, gangguan juga mulai dirasakan dalam pelaksanaan Program Sekolah Rakyat yang digagas Kementerian Sosial.


Di sisi lain, pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap program-program prioritas tersebut. Badan Gizi Nasional (BGN) tengah membenahi pelaksanaan MBG, mulai dari efisiensi anggaran, ketepatan sasaran penerima manfaat, hingga tata kelola di lapangan.


Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan evaluasi terhadap MBG dan Kopdes Merah Putih akan terus dilakukan agar pelaksanaannya semakin efektif dan tepat sasaran.


"Setiap program baru pasti menghadapi tantangan. Yang terpenting, setiap kelemahan segera diperbaiki dan sistem pengawasannya diperkuat," ujarnya.


Senada dengan itu, Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Muhammad Qodari memastikan penegakan hukum terhadap dugaan korupsi dalam program MBG dilakukan tanpa pandang bulu.


Hingga kini, Kejaksaan Agung terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi MBG yang dibagi dalam tiga klaster, yakni dugaan penyimpangan di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), pengadaan sepeda motor listrik, serta pengadaan ompreng MBG.


Sejumlah pejabat Badan Gizi Nasional dan pihak swasta telah ditetapkan sebagai tersangka. Terbaru, penyidik menetapkan Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN, Brigjen Lalu Muhammad Irwan Mahardan, sebagai tersangka terkait dugaan korupsi pengadaan ompreng MBG.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit