Proyek Infrastruktur Digenjot Rampung Tepat Waktu
CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) perketat pengawasan terhadap pelaksanaan proyek infrastruktur di pertengahan tahun anggaran 2026. Langkah itu dilakukan untuk memastikan seluruh pekerjaan fisik dapat diselesaikan sesuai target hingga akhir tahun.
Guna memastikan hal tersebut, Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan mengumpulkan tiga Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis yang menangani pembangunan infrastruktur, yakni Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (DCKTR), Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga dan Bina Konstruksi (SDABMBK), serta Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimta), beberapa waktu lalu.
Dalam rapat evaluasi tersebut, Pilar meminta laporan perkembangan seluruh proyek, mulai dari pekerjaan yang sudah berjalan, masih dalam proses lelang, hingga yang belum dimulai.
"Saya mengumpulkan tiga kepala dinas teknis di bidang infrastruktur untuk melihat mana saja pembangunan yang sudah berjalan, yang belum, mana yang sudah lelang dan yang belum lelang. Karena sekarang sudah memasuki Juli, saya minta semuanya dikejar sesuai timeline," ujar Pilar.
Ia menegaskan, Pemkot Tangsel ingin memastikan seluruh pekerjaan infrastruktur fisik tahun 2026 berjalan lancar, sehingga target pembangunan kota dapat tercapai sesuai rencana. Evaluasi dilakukan karena saat ini waktu sudah memasuki pertengahan tahun, sementara musim kemarau menjadi momentum yang tepat untuk mengakselerasi pelaksanaan proyek fisik.
"Saya mengecek langsung program apa saja yang sedang berjalan dan belum berproses, mengingat waktu sudah memasuki pertengahan tahun. Musim kemarau juga menjadi momen yang tepat untuk melaksanakan pekerjaan fisik," katanya.
Menurut Pilar, terdapat sejumlah program strategis yang menjadi perhatian, mulai dari penataan lingkungan kampung kota, pembangunan infrastruktur pengendalian banjir, penyediaan rumah layak huni bagi masyarakat berpenghasilan rendah, peningkatan kualitas jalan, penataan kabel fiber optik, peningkatan fasilitas kesehatan, hingga pembangunan sarana pendidikan dan olahraga.
"Semua infrastruktur menjadi fokus, mulai dari gedung, penanganan banjir, penataan kampung kota, rumah tidak layak huni, sarana olahraga, dan lainnya. Saya ingin timeline seluruh pekerjaan tetap terjaga," tegasnya.
Pilar juga mengingatkan agar proyek-proyek berskala besar, terutama pembangunan sekolah dan infrastruktur pelayanan publik lainnya, tidak mengalami keterlambatan hingga penghujung tahun.
"Kemarin dinas terkait menyampaikan siap. Insya Allah semuanya bisa selesai sesuai waktunya. Tapi saya minta semua rapi, tidak boleh ada yang tertinggal," ujarnya.
Selain percepatan pelaksanaan proyek, Pilar menekankan pentingnya pengawasan dan monitoring secara menyeluruh selama proses pembangunan berlangsung. Menurutnya, pengawasan menjadi kunci agar kualitas infrastruktur yang dibangun benar-benar optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
"Program yang berjalan harus disertai pengawasan dan monitoring secara menyeluruh, sehingga kualitas atau mutu infrastruktur fisik bisa optimal dan berkualitas," pungkasnya.(rmn)
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 12 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu






