Eliminasi TBC, Warga Diminta Aktif Temukan Kasus Sejak Dini
CIPUTAT-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya percepatan eliminasi tuberkulosis (TBC) dengan mengoptimalkan program RW Bebas TBC. Program ini mengedepankan peran aktif masyarakat sebagai ujung tombak dalam mendeteksi kasus, mendampingi pasien, sekaligus memutus mata rantai penyebaran penyakit menular tersebut.
Melalui Dinas Kesehatan, Pemkot Tangsel mendorong kolaborasi antara tenaga kesehatan, kader, pengurus RT/RW, tokoh masyarakat, hingga warga agar penanganan TBC tidak hanya bertumpu pada fasilitas kesehatan, tetapi juga menjadi gerakan bersama di lingkungan tempat tinggal.
Dalam pelaksanaannya, masyarakat diajak lebih peka mengenali gejala TBC, terutama batuk yang berlangsung lebih dari dua pekan. Warga yang mengalami gejala tersebut didorong segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan agar dapat memperoleh diagnosis dan penanganan sedini mungkin. Di sisi lain, pasien yang tengah menjalani terapi juga didampingi agar disiplin mengonsumsi obat hingga pengobatan dinyatakan selesai.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie menegaskan, keberhasilan menghilangkan TBC tidak dapat dicapai hanya mengandalkan pemerintah maupun tenaga kesehatan. Menurutnya, keterlibatan seluruh lapisan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan angka penularan.
"Eliminasi TBC bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah atau tenaga kesehatan, tetapi merupakan gerakan bersama. Melalui program RW Bebas TBC, kami ingin membangun kepedulian masyarakat agar semakin mengenali gejala TBC, tidak ragu memeriksakan diri, serta mendukung pasien menjalani pengobatan hingga tuntas," kata Benyamin, Kamis (9/7).
Selain memperluas layanan penanganan TBC di fasilitas kesehatan, Pemkot Tangsel juga terus meningkatkan edukasi kepada masyarakat. Langkah lain yang diperkuat meliputi pelacakan terhadap kontak erat pasien, peningkatan kapasitas kader kesehatan, hingga mempererat sinergi dengan aparatur wilayah di tingkat RT dan RW.
"Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan mempercepat tercapainya eliminasi TBC di Kota Tangerang Selatan," tegasnya.
Menurut Benyamin, strategi tersebut menjadi bagian dari pendekatan promotif dan preventif agar masyarakat semakin memahami pentingnya deteksi dini serta pengobatan yang tepat. Dukungan keluarga dan lingkungan sekitar juga dinilai berperan besar dalam meningkatkan keberhasilan terapi pasien.
"Untuk itu, saya atas nama Pemerintah Kota Tangerang Selatan mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghapus stigma terhadap TBC. Penyakit ini dapat disembuhkan apabila pasien menjalani pengobatan secara disiplin sesuai anjuran tenaga kesehatan," tutupnya.(rmn)
Pos Banten | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 12 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Pendidikan | 2 hari yang lalu






