Menlu Sugiono dan Ketua MPR Pimpin Delegasi RI Takziah ke Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei
Gus Yahya dan Pimpinan Muhammadiyah turut mendampingi, Indonesia tegaskan komitmen pada perdamaian dan diplomasi.
IRAN - Indonesia mengirimkan delegasi khusus untuk menghadiri prosesi penghormatan terakhir Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Teheran. Delegasi dipimpin Menteri Luar Negeri Sugiono dan Ketua MPR RI Ahmad Muzani, serta didampingi Ketua Umum PBNU Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya), Ketua PP Muhammadiyah Syafiq A. Mughni, dan Direktur Jenderal Asia Pasifik dan Afrika Kementerian Luar Negeri Santo Darmosumarto.
Rombongan bertolak dari Jakarta pada Jumat (10/7/2026) dini hari WIB dan tiba di Teheran menjelang Subuh waktu setempat.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan keikutsertaan tokoh dari Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah mencerminkan eratnya hubungan Indonesia dengan Iran sekaligus menegaskan konsistensi politik luar negeri Indonesia yang bebas dan aktif.
Selain menghadiri prosesi pemakaman, Menlu Sugiono dijadwalkan menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi. Pertemuan tersebut diharapkan semakin memperkuat hubungan bilateral, memperluas kerja sama di berbagai bidang strategis, serta meningkatkan koordinasi dalam menghadapi tantangan regional maupun global.
Sementara itu, Ketua MPR Ahmad Muzani akan melakukan pertemuan dengan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf guna mempererat hubungan antarparlemen kedua negara.
Dalam berbagai agenda tersebut, Indonesia kembali menegaskan sikapnya terhadap dinamika kawasan Timur Tengah dengan menyerukan penyelesaian konflik melalui dialog, deeskalasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional. Pemerintah juga menilai stabilitas kawasan, termasuk keamanan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz, menjadi kepentingan bersama yang harus dijaga.
Gus Yahya mengungkapkan dirinya mendapat penugasan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk bergabung dalam delegasi Indonesia.
"Saya dihubungi secara pribadi untuk bergabung dalam delegasi," ujar Gus Yahya, seperti dikutip dari NU Online.
Menurutnya, kehadiran delegasi Indonesia merupakan bentuk penghormatan sekaligus penyampaian belasungkawa kepada rakyat Iran atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei.
"Kami datang untuk bertakziah dan menyampaikan belasungkawa. Warga Nahdliyin juga turut berduka atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei," katanya.
Gus Yahya berharap situasi di Timur Tengah menjadi pelajaran bagi seluruh pihak untuk lebih mengedepankan dialog dibandingkan kekerasan.
"Semoga para pemimpin, khususnya di kawasan Timur Tengah, semakin mengutamakan perdamaian dan kemanusiaan," ujarnya.
Media pemerintah Iran, Press TV, melaporkan jenazah Ayatollah Ali Khamenei dimakamkan di ruang salat Daral-Dhikr, Kompleks Makam Suci Imam Reza, Mashhad, Kamis (9/7/2026) malam waktu setempat.
Sebelum dimakamkan, peti jenazah diarak mengelilingi kompleks suci yang dipadati lautan pelayat. Pemerintah Iran mengklaim prosesi penghormatan terakhir yang berlangsung selama hampir sepekan diikuti puluhan juta warga dari Iran maupun berbagai negara.
Prosesi digelar di lima kota, yakni Teheran, Qom, Najaf, Karbala, dan Mashhad. Berdasarkan laporan Fars News Agency yang dikutip Press TV, jumlah pelayat diperkirakan mencapai 41 hingga 43 juta orang, berdasarkan data transportasi, sinyal telepon seluler, kepadatan massa, serta pergerakan masyarakat selama prosesi berlangsung.
Sementara itu, otoritas Irak memperkirakan sekitar 10 juta orang menghadiri rangkaian prosesi penghormatan di Najaf dan Karbala. Berdasarkan keseluruhan data tersebut, media pemerintah Iran menyebut pemakaman Ayatollah Ali Khamenei menjadi salah satu prosesi penghormatan terbesar dalam sejarah modern.
TangselCity | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 23 jam yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu




