TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Modus Kopi Sachet Gagal Kelabui Petugas, Dua WN China Ditangkap Selundupkan 3,3 Kg Psikotropika di Bandara Soetta

Reporter & Editor : AY
Minggu, 12 Juli 2026 | 15:53 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

TANGERANG – Upaya dua warga negara (WN) China menyelundupkan 3,3 kilogram psikotropika melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, berhasil digagalkan aparat. Barang haram bernilai ratusan juta rupiah itu disamarkan dalam kemasan kopi sachet, susu, hingga minuman kesehatan untuk mengelabui pemeriksaan petugas.


Kedua pelaku, Zou Lihua (20) dan Zhang Shijie (30), ditangkap Tim Satgas NIC Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama petugas Bea Cukai di Terminal 3 Kedatangan Internasional pada Kamis (9/7/2026) sekitar pukul 22.30 WIB. Penangkapan berawal dari informasi intelijen mengenai penumpang asal Malaysia yang diduga membawa psikotropika ke Indonesia.


Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Brigjen Pol Eko Hadi Santoso, mengatakan hasil penggeledahan terhadap koper kedua pelaku menemukan 3.370,17 gram bruto psikotropika yang dikemas menyerupai produk minuman sehari-hari.


"Pada saat dilakukan penggeledahan ditemukan barang bukti sebanyak 3.370,17 gram bruto psikotropika," kata Eko saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, Minggu (12/7/2026).


Petugas menemukan bubuk berwarna oranye yang disembunyikan di dalam kemasan kopi putih, kopi black seeds, susu Milo, hingga minuman kesehatan berlabel huruf Mandarin. Selain narkotika tersebut, polisi juga mengamankan tiga unit telepon genggam, paspor, dan boarding pass penerbangan Kuala Lumpur–Jakarta sebagai barang bukti.


Berdasarkan hasil pemeriksaan, Zou Lihua mengaku direkrut oleh seseorang bernama Yining melalui aplikasi Telegram. Ia dijanjikan imbalan sebesar 500 dolar Amerika Serikat jika berhasil mengantarkan paket tersebut ke Indonesia. Sebagai uang muka, Zou telah menerima 200 dolar AS saat berada di Kamboja.


Dari Kamboja, Zou diperintahkan terbang ke Chongqing, China, kemudian melanjutkan perjalanan ke Malaysia. Setibanya di Malaysia, ia dijemput oleh seseorang yang tidak dikenalnya untuk mengambil paket yang disimpan di sebuah ruang bawah tanah sebelum diterbangkan ke Jakarta.


Dalam perjalanan itu, Zou mengajak rekannya, Zhang Shijie. Namun kepada Zhang, ia hanya menyampaikan bahwa barang yang dibawa merupakan alat kesehatan.


"Zhang Shijie sama sekali tidak mengetahui bahwa barang yang dibawa adalah narkotika atau psikotropika," ujar Eko.


Penyidik juga mengungkap adanya kode "VIP 8888" yang dikirim oleh pengendali jaringan kepada penjemput di Indonesia. Foto kedua kurir telah lebih dahulu dikirim sebagai tanda pengenal. Namun, rencana serah terima barang gagal setelah keduanya ditangkap sesaat setelah mendarat di Bandara Soekarno-Hatta.


Hingga kini, Bareskrim Polri masih memburu pengendali jaringan narkotika internasional tersebut. Polisi juga terus menelusuri identitas penerima paket di Indonesia serta aliran dana yang digunakan dalam operasi penyelundupan psikotropika lintas negara itu.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit