TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Prabowo: Pemimpin yang Ajak Bakar-Bakar adalah Pengkhianat Bangsa

Reporter & Editor : AY
Minggu, 12 Juli 2026 | 18:02 WIB
Presiden Prabowo pada acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto : Ist
Presiden Prabowo pada acara puncak peringatan Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026). Foto : Ist

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa perbedaan pilihan politik maupun partai merupakan hal yang wajar dalam sistem demokrasi. Menurutnya, persaingan politik tidak boleh berujung pada tindakan anarkis yang merusak persatuan bangsa.


Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri puncak peringatan Hari Koperasi Nasional di Indonesia Arena, Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, Minggu (12/7/2026).
"Berbeda partai tidak ada masalah. Tiap sekian tahun kita bertanding dengan baik. Enggak ada masalah," ujar Prabowo.


Namun, ia mengecam keras pihak-pihak yang menghasut masyarakat melakukan aksi pembakaran atau kekerasan ketika tidak menerima hasil kontestasi politik. Menurutnya, tindakan tersebut merupakan bentuk pengkhianatan terhadap bangsa.


"Siapa yang menang, monggo. Jangan kalau kalah mau bakar-bakar, itu bangsa apa itu? Pemimpin yang menganjurkan bakar-bakar di republik ini, itu adalah pemimpin pengkhianat," tegasnya.
Prabowo juga meyakini bahwa setiap tindakan yang merugikan bangsa pada akhirnya akan mendapat balasan. Ia mengaku memiliki pengalaman panjang dalam mengikuti pemilihan umum dan selalu menerima hasilnya dengan lapang dada.


"Saya maju lima kali pemilihan, empat kali kalah. Enggak pernah saya suruh anak buah saya bakar-bakar. Demo saja enggak. Saya datang ke pelantikan rival saya, saya datang, saya hormat, saya kasih selamat," ungkapnya.


Ia menegaskan bahwa kompetisi dalam demokrasi merupakan hal yang sehat, layaknya pertandingan olahraga yang selalu menghasilkan pemenang dan pihak yang kalah. Karena itu, masyarakat diminta menghormati hasil kompetisi politik tanpa melakukan tindakan yang merusak ketertiban.


"Bersaing itu baik, pertandingan itu baik. Seperti sepak bola, pasti ada yang menang dan ada yang kalah. Masa kalau kalah wasitnya mau digebukin? Persaingan itu biasa. Enggak ada masalah," pungkas Prabowo.
 

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit