Hari Pertama Masuk Sekolah, Bus Gratis Langsung Beroperasi
SERPONG-Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) memastikan layanan bus sekolah gratis kembali beroperasi di hari pertama masuk sekolah, Senin (13/9. Seluruh armada dipastikan dalam kondisi prima setelah menjalani perawatan dan pemeriksaan menyeluruh selama masa libur sekolah.
Kesiapan armada tersebut dipastikan langsung Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, saat meninjau Terminal Tipe C BSD, Serpong, Jumat (10/7). Peninjauan dilakukan sebagai langkah akhir untuk memastikan seluruh layanan siap digunakan pada hari pertama masuk sekolah.
Menurut Pilar, seluruh armada telah menjalani pemeriksaan teknis, mulai dari servis kendaraan, penggantian ban, hingga uji KIR. Dengan demikian, bus sekolah dipastikan aman dan siap kembali mengangkut pelajar setiap hari. "Semuanya sudah diuji KIR dan insya Allah siap beroperasi seperti biasa setiap hari," katanya.
Pilar mengungkapkan, minat masyarakat terhadap layanan bus sekolah gratis terus mengalami peningkatan. Sepanjang tahun ini, jumlah pengguna layanan tersebut telah mencapai sekitar 98.500 penumpang.
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemkot Tangsel berupaya menambah armada bus sekolah secara bertahap. Selain mengoptimalkan armada yang ada, pemerintah daerah juga masih menunggu realisasi hibah kendaraan dari Kementerian Perhubungan.
"Insya Allah ke depan kita upayakan. Yang pertama kita optimalkan yang ada. Mudah-mudahan tahun ini atau tahun depan kita bisa menambah bus sekolah gratis supaya jumlah penumpangnya lebih banyak lagi karena animonya sangat luar biasa," tuturnya.
Selain melayani pelajar reguler, Pemkot Tangsel juga mengoperasikan dua unit bus dan satu unit elf yang dikhususkan bagi anak berkebutuhan khusus menuju Sekolah Khusus (SKH). Dalam layanan tersebut, orang tua diperbolehkan mendampingi anak selama perjalanan.
Pilar mengakui, operasional bus khusus itu memiliki tantangan tersendiri, mulai dari aksi vandalisme hingga kebutuhan pendampingan selama perjalanan. Meski demikian, evaluasi terus dilakukan agar kualitas pelayanan tetap terjaga.
Sementara, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Tangsel, Ayep Jajat Sudrajat memastikan layanan bus sekolah gratis akan tetap beroperasi hingga akhir tahun meski sebelumnya sempat terdampak kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM).
Ia menjelaskan, Dishub telah melakukan pergeseran anggaran untuk menutup kebutuhan biaya operasional akibat lonjakan harga BBM yang diperkirakan mencapai sekitar Rp 400 juta dalam setahun.
"Solusinya dengan menggeser kegiatan yang belum dilaksanakan untuk memenuhi kebutuhan BBM. Jadi insya Allah sampai akhir tahun 2026 aman untuk operasional bus sekolah," jelas Ayep.
Menghadapi hari pertama masuk sekolah, Dishub juga menyiapkan petugas Daerah Operasi (Daop) di sejumlah titik untuk mengantisipasi kepadatan lalu lintas di sekitar kawasan pendidikan. Langkah tersebut dilakukan guna menjaga kelancaran arus kendaraan saat banyak orang tua mengantar anak ke sekolah.
"Biasanya pada hari pertama masuk sekolah banyak orang tua yang mengantar anaknya. Karena itu kami menyiapkan petugas di lapangan untuk melakukan pengaturan lalu lintas agar mobilitas tetap lancar," pungkasnya.(rmn)
TangselCity | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 1 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu




