TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

DPRD Desak Pemkot Perkuat Mitigasi Kekeringan

Musim Kemarau Panjang Tiba

Reporter & Editor : Redaksi
Selasa, 14 Juli 2026 | 07:30 WIB
KEKERINGAN. Warga Keranggan, Kecamatan Setu saat mengambil air bersih yang didistribusikan oleh BPBD Tangsel, Senin (13/7).
KEKERINGAN. Warga Keranggan, Kecamatan Setu saat mengambil air bersih yang didistribusikan oleh BPBD Tangsel, Senin (13/7).

SETU-Komisi II DPRD Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendesak Pemerintah Kota (Pemkot) Tangsel memperkuat langkah mitigasi untuk menghadapi potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini. Langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini agar dampak kekeringan tidak semakin dirasakan masyarakat.

 

Diketahui, warga Kampung Koceak RT 02/RW 01, Kelurahan Keranggan, Kecamatan Setu mengalami kekeringan. Sebanyak 4.000 liter air bersih didistribusikan untuk memenuhi kebutuhan 20 kepala keluarga (KK) yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air akibat kekeringan.

 

Ketua Komisi II DPRD Tangsel, Ricky Yuanda mengatakan, pemerintah daerah harus terus melakukan upaya mitigasi secara berkelanjutan dan tidak menunggu hingga kondisi kekeringan semakin parah.

 

“Kami meminta kepada OPD agar mitigasi dilakukan terus-menerus sehingga kekeringan ini tidak membuat masyarakat kewalahan ataupun membahayakan warga,” kata Ricky.

 

Menurut Ricky, potensi kekeringan sebenarnya dapat dipetakan lebih awal melalui informasi dan prakiraan cuaca yang dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Dengan demikian, pemerintah memiliki waktu yang cukup untuk menyusun langkah penanganan.

 

Ia menilai, informasi dari BMKG harus menjadi acuan dalam menentukan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan sehingga langkah antisipasi dapat dilakukan lebih cepat.

 

“Terkait cuaca ini kan bisa diproyeksikan melalui BMKG, bagaimana peta kekeringannya. Apalagi sekarang ada fenomena cuaca yang perlu diantisipasi,” ujarnya.

 

Ricky menegaskan, kesiapsiagaan pemerintah menjadi faktor penting untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan, terutama dalam pemenuhan kebutuhan air bersih selama musim kemarau.

 

Karena itu, Komisi II DPRD Tangsel mendorong Pemkot Tangsel segera menyiapkan langkah-langkah strategis, termasuk memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak yang memiliki peran dalam penyediaan air bersih.

 

“Kami mendorong agar Pemkot melakukan persiapan penanganan saat kekeringan itu datang. Kerja sama dengan PDAM dan pihak lainnya perlu dilakukan untuk membantu memenuhi kebutuhan air bagi warga,” ungkapnya.

 

Selain memastikan ketersediaan air bersih, Ricky juga meminta koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD) terus diperkuat agar penanganan dampak kekeringan dapat dilakukan secara cepat, efektif, dan tepat sasaran.

 

Ia menambahkan, Komisi II DPRD Tangsel akan terus menjalankan fungsi pengawasan melalui rapat kerja bersama OPD terkait untuk memastikan seluruh langkah mitigasi berjalan sesuai rencana.

 

“Kami di Komisi II terus melakukan rapat kerja dengan OPD terkait agar kekeringan ini tidak begitu membahayakan bagi warga Tangsel,” ujarnya.

 

//BPBD Distribusikan 5.000 Liter Air Bersih//

 

Dua titik baru kekeringan muncul di Kampung Koceak, Keranggan. Menyikapi kondisi itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) langsung menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga.

 

Penata Layanan Operasional sekaligus Komandan Pleton (Danton) Satgas Penanggulangan Bencana BPBD Kota Tangsel, Dian Wiryawan mengatakan, dua titik baru tersebut berada di RT 001/RW 01 dan RT 004/RW 02, Kelurahan Keranggan.

 

"Di RT 00/RW 01 terdapat 15 kepala keluarga yang terdampak, sedangkan di RT 004/RW 02 sebanyak 20 kepala keluarga. Hari ini kami mendistribusikan 5.000 liter air bersih yang bersumber dari PDAM Tirta Serpong menggunakan satu unit truk tangki milik Pemerintah Kota Tangerang Selatan," ujarnya saat dikonfirmasi, Senin (13/7).

 

Dian menjelaskan, krisis air bersih terjadi karena debit air di sumur warga terus menurun. Bahkan, untuk mengisi satu ember air diperlukan waktu sekitar 15 hingga 20 menit akibat aliran air yang sangat kecil.

 

"Pasokan air di rumah-rumah warga sudah sangat minim sehingga mengganggu aktivitas sehari-hari. Karena itu kami segera melakukan distribusi air bersih untuk memenuhi kebutuhan masyarakat," katanya.

 

Dengan bertambahnya dua lokasi tersebut, BPBD kini mencatat terdapat tiga titik kekeringan di Kelurahan Keranggan. Sebelumnya, distribusi air bersih telah dilakukan di RT 002 RW 001 dengan jumlah warga terdampak sebanyak 20 kepala keluarga.

 

BPBD memastikan akan terus memantau perkembangan dampak kekeringan dan siap menyalurkan bantuan air bersih apabila ditemukan wilayah lain yang mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air bersih selama musim kemarau.(dra/rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit