Bencana Kekeringan Di Pandeglang Mulai Meluas
Kecamatan Patia Mulai Dilanda, Tagana & BSR Beri Bantuan Air
PANDEGLANG - Dampak kemarau panjang yang terjadi di wilayah Kabupaten Pandeglang, semakin meluas. Kini wilayah Kecamatan Patia tengah dilanda bencana kekeringan, yang mengakibatkan masyarakat kesulitan mendapatkan pasokan air bersih.
Kondisi itu, seperti yang dialami Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Alfalah, Kampung Benger RT 001/004, Desa Patia, Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang, sejak Minggu-Selasa (12-14/7), kesulitan mendapatkan air bersih yang layak.
Diketahui, di Ponpes yang dipimpin Ustaz Aceng Supriadi ini, sudah sejak dua minggu lalu air sumur-nya hambar (anta). Sehingga, tak enak digunakan untuk minum dan kebutuhan lainnya.
Oleh karenanya, pihaknya mengajukan permohonan bantuan air bersih, dan dikirim oleh tim gabungan dari Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Banten, Dinsos Kabupaten Pandeglang, Tagana dan Boedak Saung Rescue (BSR).
Ketua Tagana Kabupaten Pandeglang, Rahmat Baihaki menyatakan, sebanyak 5.000 liter air bersih disalurkan ke Ponpes Raudhatul Al Falah di Kecamatan Patia, Kabupaten Pandeglang.
“Kami mendapat permohonan atau laporan, terkait kondisi air sumur di Ponpes tersebut. Sehingga, kami merasa perlu menyalurkan air bersih ke sana (Ponpes Raudhatul Al Falah,red) pada hari Minggu (12/7),” ungkap Rahmat, Selasa (14/7).
Pria yang akrab disapa Mamat ini juga menambahkan, air bersih itu untuk kebutuhan memasak, wudhu, dan kebutuhan lainnya yang akan digunakan para santri dan pihak Ponpes.
Disampaikannya, pihaknya akan siap membantu sesuai kemampuannya jika ada permohonan bantuan air bersih, di musim kemarau ini. “Sudah kewajiban kami, membantu masyarakat yang membutuhkan,” pungkasnya.
Sementara, Pembina Boedak Saung Rescue (BSR), Ade Mulyana, menyatakan, pihaknya turut bergabung dengan rekan-rekan Taruna Siaga Bencana (Tagana), untuk merespon kebutuhan masyarakat.
Menurutnya, musim kemarau memang kerap berdampak sulitnya masyarakat di beberapa titik di Pandeglang kesulitan mendapatkan air bersih.
“Oleh karena itu, kami siagakan mobil tangki yang sewaktu-waktu dibutuhkan untuk menyalurkan bantuan air bersih ke masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap, masyarakat tetap waspada dan beraktifitas seperti biasa. Jika mengalami kesulitan air bersih, diharapkan segera menghubunginya. “Kita akan segera bergerak, semaksimal mungkin mengerahkan kemampuan yang ada,” ujarnya.
Ditambahkannya, pihaknya belum mendapatkan laporan di daerah lain yang mengalami kekeringan atau krisis air bersih. Namun, potensinya sangat banyak.
Belajar dari pengalaman tahun-tahun sebelumnya, ada beberapa daerah yang rentan terjadi krisis air bersih di musim kemarau, diantaranya, Kecamatan Patia, Sukaresmi, Angsana, Munjul, Sindangresmi, Bojong, Cigeulis, serta beberapa kecamatan lainnya.
“Setiap ada info atau laporan kekeringan, selalu kami koordinasikan atau laporkan ke Dinsos Provinsi Banten, Dinsos Kabupaten Pandeglang, Ketua Tagana Pandeglang, Ketua Umum Perkumpulan Boedak Saung, BPBDPK Kabupaten Pandeglang, serta para pihak terkait lainnya.
Diberitakan sebelumnya, Dari 35 kecamatan di Kabupaten Pandeglang, ada sebanyak 150 desa yang tersebar di 20 kecamatan, terancam dilanda kekeringan berpotensi tinggi. Bahkan, saat ini sudah ada 3 kecamatan, yakni Kecamatan Karangtanjung, Angsana dan Sidangresmi dilanda kekeringan.
Adapun 20 kecamatan dengan 150 desa yang kekeringan berpotensi tinggi di musim kemarau ini, yakni Kecamatan Sumur, Sukaresmi, Saketi, Pulosari, Patia, Pagelaran, Menes, Mandalawangi, Labuan, Jiput, Cisata, Cimanggu, Cikeusik, Cikeudal, Cibitung, Carita, Angsana, Sindangresmi, dan Cadasari, Karangtanjung.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBDPK) Kabupaten Pandeglang, Riza Ahmad Kurniawan, mengatakan bencana kekeringan sampai saat ini, sudah terjadi di beberapa wilayah. Bahkan ungkapnya, pihaknya sudah memberikan bantuan air bersih.
“Sudah ada tiga kecamatan yang sudah mengajukan bantuan air bersih, yakni Karangtanjung, Angsana dan Sindangresmi. Ketiga kecamatan itu sudah dilanda kekeringan. Kami hari ini mendistribusikan air di wilayah Kecamatan Sindangresmi dan Karangtanjung, kalau kemarin di Angsana,” kata Riza, saat dihubungi via panggilan WhatsApp (WA), Senin (13/7).
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 1 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Opini | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu




