Cerita Unik Damkar Tangsel, Pernah Jadi Wakil Orang Tua Ambil Rapor Anak hingga Pasangan Orang Kondangan
PONDOK AREN – Tugas petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) ternyata tak melulu berkutat dengan memadamkan api atau melakukan evakuasi saat kondisi darurat. Di balik seragamnya yang gagah, mereka juga kerap menerima permintaan bantuan unik dari masyarakat, mulai dari mengambil rapor anak sekolah hingga menjadi pendamping saat menghadiri acara pernikahan.
Kepala Dinas Damkartan Kota Tangsel, Ahmad Dohiri atau yang akrab disapa Adam, mengungkapkan, selama semester pertama 2026 jajarannya telah menangani sekitar 500 kasus penyelamatan (rescue) dengan beragam jenis penanganan.
"Kalau untuk jumlah penyelamatan atau rescue di kami, selama satu semester ini sudah kurang lebih ada 500-an kasus dengan berbagai macam permasalahan," ujar Adam kepada wartawan, Rabu (15/7).
Menurutnya, sebagian besar laporan yang diterima berkaitan dengan evakuasi ular, penyelamatan hewan liar, hingga membantu warga yang membutuhkan pertolongan dalam berbagai situasi.
Namun, di antara ratusan penanganan tersebut, ada pula permintaan bantuan yang tidak biasa. Salah satunya, petugas Damkar diminta menjadi wakil keluarga untuk mengambil rapor siswa sekolah dasar.
Adam menjelaskan, saat itu orang tua siswa tidak dapat hadir karena sedang bertugas di luar kota maupun luar negeri. Sementara pihak sekolah mengharuskan rapor diambil langsung oleh anggota keluarga.
"Pokoknya waktu itu ada beberapa petugas kami yang diminta tolong untuk ambil rapor. Mungkin suaminya atau orang tua laki-lakinya sedang dinas di luar kota atau luar negeri. Karena rapor harus diambil oleh perwakilan keluarga, jadi kita bantu," tuturnya.
Permintaan tersebut disampaikan melalui layanan call center Damkar. Petugas kemudian datang mengenakan seragam dinas untuk mewakili keluarga mengambil rapor.
"Jumlahnya lebih dari tiga. Semuanya anak SD," katanya.
Cerita unik lainnya datang dari media sosial Damkar Tangsel. Adam mengaku pernah menerima permintaan dari seorang perempuan yang ingin ditemani menghadiri acara pernikahan.
Permintaan itu masuk melalui akun Instagram resmi Damkar Tangsel dan langsung diteruskan oleh admin kepadanya.
"Saya bilang ke admin, jawab saja siap. Cari yang paling ganteng, dampingin saja, enggak apa-apa. Kan ini juga bentuk menolong," ucapnya sambil tersenyum.
Adam menegaskan, seluruh personel Damkar Tangsel dibekali prinsip untuk hadir membantu masyarakat, meski persoalan yang dihadapi bukan merupakan tugas pokok dan fungsi (tupoksi) pemadam kebakaran.
Ia mengaku, sejak dilantik menjadi Kepala Dinas Damkartan, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie hanya memberikan dua pesan. Pertama, memberikan kinerja terbaik. Kedua, membuat masyarakat merasa nyaman tinggal di Tangsel.
"Saya menerjemahkan pesan Pak Wali itu dengan membantu apa pun kesulitan warga. Siapa pun yang mengadu ke Damkar, kita layani walaupun bukan tupoksi," tegasnya.
Karena itu, selain menangani kebakaran dan penyelamatan, personel Damkar juga kerap membantu mengambil kunci motor yang jatuh ke selokan, mengevakuasi kucing yang terjebak di atas pohon, hingga berbagai persoalan lain yang dialami masyarakat.
"Pokoknya apa pun kesulitan masyarakat, kita bantu. Pemerintah harus hadir dalam kondisi apa pun. Saya selalu sampaikan kepada anggota, kalau masyarakat sedang kesulitan, hadir dan bantu tanpa meminta apa pun. Kalau ada anggota yang meminta imbalan, laporkan langsung ke saya," tandas Adam.
TangselCity | 1 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
Opini | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu




