Dapat Laporan dari Purbaya, Prabowo: Ekonomi Indonesia Tetap Kuat di Tengah Gejolak Global
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme terhadap kondisi perekonomian nasional. Berdasarkan laporan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi baik meski dunia masih dibayangi berbagai gejolak, mulai dari konflik geopolitik hingga perlambatan ekonomi global.
Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo saat menghadiri Panen Raya TNI dalam Mendukung Program Ketahanan Pangan Nasional di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).
"Menteri Keuangan melaporkan kondisi ekonomi kita bagus. Di tengah dunia yang sedang menghadapi banyak kesulitan dan perang di berbagai kawasan, ekonomi Indonesia masih mampu bertahan dengan baik," ujar Prabowo.
Presiden mengatakan, optimisme itu sejalan dengan proyeksi sejumlah lembaga internasional yang memperkirakan Indonesia berpotensi menjadi negara dengan perekonomian terbesar keempat di dunia pada 2045 hingga 2050, setelah China, Amerika Serikat, dan India.
Menurut Prabowo, peluang tersebut hanya dapat diwujudkan apabila pemerintah mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak dini, sekaligus menghapus kemiskinan dan kelaparan ekstrem.
"Kalau mulai sekarang kita tidak mengurus anak-anak kita, bagaimana mungkin Indonesia bisa menjadi negara ekonomi terbesar keempat di dunia? Karena itu kita harus menghilangkan kelaparan dan kemiskinan ekstrem," tegasnya.
Prabowo juga menilai fondasi ekonomi nasional semakin kuat berkat kemajuan di sektor energi. Salah satunya ditandai dengan dimulainya pembangunan Proyek Gas Abadi Masela yang sempat tertunda selama hampir tiga dekade.
Selain itu, pemerintah telah menerapkan mandatori biodiesel B50 sehingga mulai Juli 2026 Indonesia tidak lagi mengimpor solar.
"Lebih baik uang itu berputar di dalam negeri dan dinikmati oleh petani-petani sawit kita," katanya.
Pemerintah juga mulai mempercepat pengembangan bahan bakar berbasis bioetanol melalui program bensin E10. Untuk mendukung kebijakan tersebut, pemerintah berencana membangun sedikitnya 30 pabrik bioetanol baru, bahkan bisa ditingkatkan hingga 50 pabrik.
Di sektor industri, Prabowo mengungkapkan bahwa pemerintah segera meluncurkan sepeda motor listrik nasional hasil karya anak bangsa. Kendaraan tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan, termasuk oleh para petani.
Tak hanya itu, pemerintah juga terus mengembangkan mobil nasional sebagai bagian dari penguatan industri otomotif dalam negeri. Menurut Prabowo, kemampuan industri nasional terus meningkat, termasuk dalam memproduksi kendaraan taktis yang kini telah digunakan oleh TNI.
"Saudara-saudara, kita harus optimistis. Kita punya cita-cita besar. Indonesia akan menjadi negara yang makmur," ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menanggapi berbagai pandangan pesimistis mengenai kondisi Indonesia.
"Kalau melihat Indonesia dengan kacamata gelap, ya semuanya akan terlihat gelap," katanya.
Ia pun membantah anggapan bahwa Indonesia berada di ambang krisis.
"Setiap bulan ada yang bilang Indonesia akan collapse. Katanya Juni collapse. Sekarang sudah Juli, nyatanya kita tetap berjalan dengan baik," ucapnya.
Prabowo menegaskan pemerintah akan terus memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi sebagai fondasi menuju Indonesia yang mandiri dan berdaya saing, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap negara lain.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan Presiden Prabowo secara rutin memantau perkembangan ekonomi dan kondisi fiskal nasional melalui rapat evaluasi yang digelar setiap satu hingga dua pekan.
"Kita selalu serius mengevaluasi kebijakan fiskal, melihat kekurangannya, lalu memperbaikinya," kata Purbaya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
Purbaya juga menyoroti keputusan Standard & Poor's (S&P) Global Ratings yang mempertahankan peringkat kredit Indonesia pada level BBB untuk jangka panjang dan A-2 untuk jangka pendek dengan prospek stabil. Menurutnya, keputusan tersebut menjadi sinyal positif bagi perekonomian nasional sekaligus meningkatkan kepercayaan investor.
Ia menambahkan, kekhawatiran terhadap pengelolaan fiskal pemerintah tidak terbukti. Hal itu tercermin dari pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada triwulan I 2026, menunjukkan daya tahan ekonomi nasional tetap terjaga di tengah ketidakpastian global.
Meski demikian, Purbaya mengingatkan bahwa penilaian sejumlah lembaga pemeringkat internasional, seperti MSCI, Moody's, dan Fitch, dilakukan sebelum Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data pertumbuhan ekonomi triwulan I 2026. Karena itu, asesmen mereka dinilai belum sepenuhnya menggambarkan kondisi ekonomi Indonesia saat ini.
Versi ini lebih ringkas, mengalir, mengurangi pengulangan, serta mempertahankan seluruh substansi penting sehingga lebih nyaman dibaca sebagai naskah berita.
Piala Dunia 2026 | 15 jam yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Olahraga | 15 jam yang lalu
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu



