TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Lamine Yamal dan Pau Cubarsi Belum Lahir Saat Lionel Messi Memulai Karier Internasionalnya

Reporter: Farhan
Editor: AY
Senin, 20 Juli 2026 | 06:17 WIB
Punggawa Spanyol muda yang bersinar Pau Cubarsí dan Lamine Yamal. Foto : Ist
Punggawa Spanyol muda yang bersinar Pau Cubarsí dan Lamine Yamal. Foto : Ist

AS – Final Piala Dunia 2026 bukan hanya mempertemukan dua tim terbaik dunia, tetapi juga menghadirkan benturan dua generasi sepak bola. Di satu sisi ada Lionel Messi, legenda hidup Argentina yang telah bermain di level tertinggi selama lebih dari dua dekade. Di sisi lain, Spanyol datang dengan deretan talenta muda yang bahkan belum lahir saat Messi memulai perjalanan kariernya.


Sorotan itu diangkat oleh World Soccer Talk menjelang duel Spanyol kontra Argentina. Dua bintang muda La Furia Roja, Lamine Yamal dan Pau Cubarsi, tercatat belum lahir ketika Messi melakoni debut profesionalnya bersama Barcelona pada 16 Oktober 2004.


Kala itu, Messi yang baru berusia 17 tahun menjalani laga perdananya di tim utama Barcelona saat menghadapi Espanyol. Ia masuk sebagai pemain pengganti menggantikan Deco pada menit ke-82 dalam pertandingan yang dimenangkan Blaugrana dengan skor 1-0.


Kini, lebih dari dua dekade berselang, Messi masih menjadi andalan Tim Tango. Kapten Argentina tersebut tampil impresif sepanjang Piala Dunia 2026 dengan koleksi delapan gol dan empat assist, sekaligus membawa Albiceleste kembali menembus partai final.


Laga puncak Piala Dunia 2026 digelar di MetLife Stadium, New Jersey, Amerika Serikat, Senin (20/7/2026) dini hari WIB. Spanyol melangkah ke final usai menyingkirkan Prancis 2-0, sedangkan Argentina memastikan tiket setelah menundukkan Inggris 2-1 dalam laga semifinal yang berlangsung dramatis.


Argentina mengincar gelar juara dunia keempat dalam sejarahnya, sementara Spanyol berambisi menambah koleksi trofi menjadi dua. Pertemuan kedua tim juga menjadi simbol pergantian generasi, ketika pengalaman panjang Messi diuji oleh semangat dan talenta muda La Furia Roja.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit