TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

35 IKM Tangsel Ikuti Kurasi Produk, Pemkot Buka Jalan Tembus Rak Retail Modern

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Rabu, 22 Juli 2026 | 19:31 WIB
Foto : Istimewa
Foto : Istimewa

CIPUTAT — Pemerintah Kota Tangerang Selatan terus memperluas akses pemasaran bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM). Salah satunya melalui kegiatan kurasi produk yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tangsel untuk menjembatani produk lokal masuk ke jaringan retail modern.

 

Kepala Seksi Promosi Bidang Perdagangan Disperindag Tangsel, Heri Asari mengatakan, program tersebut merupakan bentuk komitmen Pemkot Tangsel dalam memperkuat daya saing produk IKM agar mampu bersaing dengan merek-merek nasional di pasar modern.

 

"Kegiatan ini memang dalam rangka kurasi produk IKM untuk masuk ke toko retail. Pak Wali Kota sangat concern terhadap pemasaran produk IKM, sehingga kami membantu pelaku usaha agar produknya bisa masuk ke toko-toko retail," ujar Heri di Puspemkot Tangsel, Rabu (22/7).

 

Dalam kurasi kali ini, sebanyak 35 pelaku IKM membawa lebih dari 60 produk yang didominasi makanan ringan atau camilan. Setiap pelaku usaha rata-rata mengajukan dua hingga tiga produk untuk dinilai.

 

Heri menjelaskan, produk yang lolos kurasi berpeluang dipasarkan di berbagai jaringan retail modern yang telah bekerja sama dengan Pemkot Tangsel, seperti Indomaret, Alfamart, Tip Top, Aneka Buana hingga Harmony.

 

Menurutnya, peluang tersebut tidak hanya membuka pasar di Tangerang Selatan, tetapi juga ke daerah lain apabila penjualan produk dinilai baik.

 

"Kalau produknya masuk Indomaret dan penjualannya bagus, bisa saja dibawa sampai ke Jakarta. Begitu juga di Tip Top, ada yang sudah dipasarkan hingga Depok dan Pondok Labu. Kalau fast moving, biasanya akan diperluas ke toko lainnya," jelasnya.

 

Untuk mengikuti kurasi, pelaku usaha diwajibkan memenuhi sejumlah persyaratan dasar, yakni memiliki Nomor Induk Berusaha (NIB), izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT), sertifikat halal, serta terdaftar dalam aplikasi kurasi.

 

"Tiga syarat utama itu wajib dipenuhi sebelum produk dinilai. Setelah itu baru masuk proses kurasi," katanya.

 

Heri mengungkapkan, sekitar 70 persen peserta kurasi kali ini sudah memiliki pengalaman memasarkan produknya di retail modern. Sementara 30 persen lainnya merupakan pelaku usaha yang baru mencoba menembus pasar tersebut.

 

Secara keseluruhan, lanjut Heri, hingga saat ini sudah ada sekitar 100 pelaku usaha binaan Tangsel yang berhasil memasarkan produknya di retail modern.

 

Namun, ia mengakui proses untuk bisa masuk ke retail tidak mudah karena setiap jaringan memiliki standar penilaian masing-masing, mulai dari kualitas rasa, harga, kemasan hingga kelengkapan informasi produk.

 

"Yang paling menentukan biasanya rasa dan harga. Kalau rasanya enak, harganya kompetitif, peluang diterima akan lebih besar meski harus bersaing dengan produk-produk dari perusahaan besar," ujarnya.

 

Ia menambahkan, tingkat kelulusan peserta kurasi rata-rata berkisar 50 persen. Bagi produk yang belum lolos, Disperindag akan melakukan evaluasi sebagai bahan pembinaan agar kualitas produk terus meningkat.

 

"Kalau belum lolos, kami evaluasi. Apakah rasanya perlu diperbaiki, harganya kurang kompetitif atau kemasannya masih perlu ditingkatkan. Jadi pembinaan tetap kami lakukan agar ke depan mereka bisa masuk retail," ungkapnya.

 

Salah seorang peserta kurasi, Selamet Ibrahim, pemilik CV Sabina Berkah Sejahtera asal Pamulang, mengaku program yang digagas Disperindag Tangsel sangat membantu pelaku IKM memperluas jaringan pemasaran. Menurutnya, sejak merintis usaha pada 2020, ia beberapa kali difasilitasi mengikuti kurasi hingga produknya berhasil menembus sejumlah retail modern.

 

"Teman-teman IKM di Tangerang Selatan mendapat fasilitas yang sangat baik dari Disperindag. Kami dipertemukan dengan retail melalui business matching dan kurasi produk. Beberapa produk kami sudah masuk ke Fruit Store 88, Tip Top, Harmony, Aneka Buana, dan sekarang sedang mengikuti kurasi untuk Total Buah," ungkapnya.

 

Ia menilai peran Disperindag tidak sebatas mempertemukan pelaku usaha dengan retail, tetapi juga membantu IKM naik kelas melalui pendampingan pemasaran.

 

"Disperindag sangat aware agar IKM bisa naik kelas. Mereka menjadi fasilitator yang membantu kami mengatasi kendala pemasaran, sehingga produk lokal punya kesempatan bersaing di pasar modern," katanya.

 

Dalam kurasi kali ini, Selamat membawa produk camilan sehat merek Majurik, yang baru diluncurkan pada 2025. Produk tersebut merupakan camilan berbahan baku bebas gluten yang dipadukan dengan keju tanpa tambahan pewarna, pengawet, maupun perasa buatan.

 

"Produk ini kami kembangkan sebagai camilan dengan pendekatan kesehatan sehingga aman dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia," pungkasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit