Adam: Sistem Proteksi Kebakaran Di Puspemkot Tak Optimal
SETU-Sistem proteksi kebakaran di sejumlah gedung pemerintahan milik Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) belum optimal. Kondisi tersebut dinilai perlu segera dibenahi guna meminimalkan risiko apabila terjadi kebakaran.
Kepala Dinas Pemadaman Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Tangsel, Ahmad Dohiri mengatakan, hasil inspeksi yang dilakukan pihaknya menunjukkan masih terdapat kelemahan pada sistem proteksi aktif di beberapa gedung pemerintahan.
Salah satu lokasi yang menjadi perhatian adalah Gedung Pusat Pemerintahan Kota (Puspemkot) Tangsel dan Gedung DPRD Tangsel. Menurut dia, perangkat proteksi kebakaran memang telah tersedia, namun tidak seluruhnya berfungsi sebagaimana mestinya.
“Untuk di gedung pemerintahan, kita memang untuk sistem proteksi aktifnya itu belum maksimal. Contoh Dewan (DPRD) dan Pusat Pemerintahan (Puspem), itu belum maksimal dari aspek fungsionalnya. Artinya alatnya ada, tapi kadang enggak berfungsi,” kata pria akrab disapa Adam ini ditemui di Gedung DPRD Kota Tangsel, Rabu (22/7).
Ia menjelaskan, sistem proteksi aktif yang dimaksud meliputi berbagai perangkat keselamatan kebakaran seperti hydrant, sprinkler, hingga peralatan pendukung lainnya yang harus selalu dalam kondisi siap digunakan.
Menurutnya, keberadaan alat saja tidak cukup apabila tidak dibarengi dengan pemeliharaan dan pengujian secara berkala. Sebab, fungsi utama sistem tersebut adalah memberikan respons awal saat kebakaran terjadi, sehingga dampaknya dapat ditekan.
Adam menegaskan, setiap gedung bertingkat, khususnya yang memiliki empat lantai atau lebih, wajib memenuhi ketentuan mengenai sistem proteksi kebakaran, baik aktif maupun pasif.
“Kalau gedung di atas empat lantai, sistem proteksi aktif dan pasifnya memang harus ideal dan berfungsi maksimal sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya.
Sebagai tindak lanjut, Damkar telah menyampaikan hasil inspeksi kepada pengelola masing-masing gedung. Rekomendasi perbaikan juga telah diberikan agar seluruh perangkat proteksi segera diperbaiki dan dipastikan kembali berfungsi.
“Ini kan sudah kita inspeksi lalu kita sudah rekomendasikan kepada masing-masing pengelola gedung agar ada perbaikan-perbaikan,” tutur Adam.
Di sisi lain, Adam mengapresiasi sejumlah fasilitas publik di Tangsel yang dinilai telah memiliki sistem proteksi kebakaran dengan standar yang baik. Menurutnya, kesiapan tersebut menunjukkan adanya perhatian terhadap aspek keselamatan bangunan.
Beberapa rumah sakit milik pemerintah daerah serta Gedung Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kota Tangsel disebut telah memiliki sistem proteksi yang berfungsi dengan baik dan siap digunakan apabila terjadi keadaan darurat. “Lalu, kemudian, kalau gedungnya itu yang bagus sistem proteksinya itu PTSP sudah bagus,” ucap Adam.
Damkar Tangsel berharap seluruh pengelola gedung pemerintahan dapat segera menindaklanjuti rekomendasi yang telah diberikan. Dengan sistem proteksi kebakaran yang berfungsi optimal, keselamatan pegawai maupun masyarakat yang beraktivitas di lingkungan gedung pemerintahan dapat lebih terjamin.
Piala Dunia 2026 | 3 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu
Nasional | 1 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Pos Banten | 2 hari yang lalu
Piala Dunia 2026 | 2 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu



