TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Purbaya Optimistis Rupiah Kian Menguat Berkat Kebijakan DHE SDA

Reporter & Editor : AY
Jumat, 24 Juli 2026 | 08:00 WIB
Ilustrasi. Foto : Ist
Ilustrasi. Foto : Ist

JAKARTA – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan semakin menguat dalam beberapa bulan ke depan seiring mulai efektifnya implementasi kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang berlaku sejak 1 Juni 2026.


Menurut Purbaya, aliran dana hasil ekspor yang mulai masuk ke sistem keuangan domestik secara bertahap akan memperkuat fundamental rupiah.
"Mulai Juni, Juli, Agustus hingga September, kebijakan ini sudah efektif sehingga dana akan terus masuk ke dalam negeri. Seharusnya rupiah akan semakin menguat," ujar Purbaya usai rapat koordinasi di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Kamis (23/7/2026).


Optimisme tersebut didukung penerapan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 21 Tahun 2026 tentang kewajiban penempatan DHE SDA di dalam negeri. Melalui aturan tersebut, eksportir sektor nonmigas diwajibkan menempatkan 100 persen DHE SDA di rekening khusus dalam negeri selama sedikitnya 12 bulan. Sementara eksportir migas wajib menempatkan minimal 30 persen DHE SDA selama paling singkat tiga bulan.


Dana DHE SDA ditempatkan melalui bank-bank anggota Himpunan Bank Milik Negara (Himbara). Pemerintah juga membatasi konversi devisa ke rupiah maksimal 50 persen guna menjaga efektivitas pengelolaan cadangan devisa.


Dalam rapat tersebut, pemerintah turut membahas penyempurnaan aturan pelaksanaan, termasuk penetapan negara-negara yang memperoleh pengecualian dari kewajiban DHE SDA serta penunjukan bank-bank BUMN yang menjadi penampung dana devisa hasil ekspor.


"Kita memastikan negara mana saja yang dikecualikan, bank mana yang bisa menampung DHE, hingga pengaturan teknis bagi perusahaan eksportir," jelas Purbaya.


Ia mengungkapkan daftar negara yang mendapat pengecualian akan bertambah dari sebelumnya yang hanya mencakup Amerika Serikat. Namun, pengumuman resminya akan disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan dievaluasi setiap tiga bulan.


Meski demikian, Purbaya belum bersedia mengungkap negara-negara lain yang akan masuk dalam daftar pengecualian.
Di pasar keuangan, rupiah masih bergerak fluktuatif. Berdasarkan data Refinitiv, pada penutupan perdagangan Kamis (23/7/2026), rupiah melemah tipis 0,08 persen ke level Rp17.890 per dolar AS. Namun, dalam sepekan terakhir pergerakan mata uang Garuda relatif stabil di kisaran Rp17.900–Rp17.921 per dolar AS, setelah sebelumnya sempat menembus level Rp18.000 per dolar AS.


Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo juga menilai stabilitas rupiah mulai terjaga meski sempat tertekan akibat meningkatnya tensi geopolitik di Timur Tengah pada akhir Juni.


"Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS saat ini relatif stabil dibandingkan posisi akhir Juni 2026 sebesar Rp17.880 per dolar AS," kata Perry.


Menurutnya, stabilitas tersebut merupakan hasil bauran kebijakan Bank Indonesia melalui intervensi di pasar valuta asing, penguatan instrumen moneter, serta kenaikan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) guna meningkatkan daya tarik aset keuangan domestik.


Kebijakan tersebut mulai menunjukkan hasil. Kepemilikan investor nonresiden pada SRBI meningkat dari Rp238,1 triliun pada 15 Juni 2026 menjadi Rp288,7 triliun atau sekitar 27,1 persen dari total outstanding SRBI.


Selain itu, Bank Indonesia juga memberikan insentif berupa penurunan tingkat swap beli melalui skema value swap sebesar 10 persen untuk menarik minat investor asing, sekaligus memperluas instrumen operasi moneter valuta asing melalui instrumen swap dan swap offshore renminbi terhadap rupiah.


Dengan kombinasi kebijakan fiskal dan moneter tersebut, pemerintah dan Bank Indonesia berharap stabilitas nilai tukar rupiah semakin terjaga dan mampu menopang ketahanan ekonomi nasional di tengah ketidakpastian global.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit