TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Sekolah Diharapkan Jadi Rumah Kedua Bagi Anak

Peringatan HAN 2026 Di Tangsel

Reporter: Rachman Deniansyah
Editor: Irma Permata Sari
Jumat, 24 Juli 2026 | 08:05 WIB
HARI ANAK. Momen peringatan Hari Anak Nasional di Puspemkot Tangsel.
HARI ANAK. Momen peringatan Hari Anak Nasional di Puspemkot Tangsel.

CIPUTAT-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mendukung Gerakan Nasional #RANA atau Ruang Aman Nyaman Anak. Melalui gerakan tersebut, sekolah diharapkan menjadi rumah kedua bagi anak yang bebas dari perundungan, kekerasan, maupun sikap intoleransi.

 

 Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Tangsel, Deden Deni saat peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, di Pusat Pemerintahan (Puspemkot) Tangsel, Kamis (23/7).

 

 Menurut Deden, tema nasional Hari Anak Nasional 2026, "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", mengandung pesan bahwa kasih sayang kepada anak harus diwujudkan melalui tindakan nyata, bukan sekadar slogan.

 

 "Momentum Hari Anak Nasional bukan sekadar seremoni tahunan. Ini menjadi pengingat bahwa menyayangi anak harus diwujudkan dengan melindungi hak-hak mereka dan memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang aman," ujarnya.

 

 Ketua Pokja Bunda PAUD Kota Tangsel, Roro Truetami Ajeng Soediutomo Pilar mengatakan, perlindungan anak harus dimulai dari lingkungan keluarga dan sekolah.

 

 Menurutnya, rumah yang aman, sekolah yang nyaman, serta komunikasi yang baik menjadi fondasi penting dalam membentuk karakter anak.

 

 "Melindungi anak berarti menciptakan rumah dan sekolah yang bebas dari rasa takut, kekerasan, maupun tekanan yang dapat merusak tumbuh kembang mereka. Anak juga perlu diberi ruang untuk menyampaikan pendapat tanpa dihakimi," ungkapnya.

 

 Ia menambahkan, keluarga memiliki peran utama sebagai tempat pertama anak belajar. Sementara pemerintah, satuan PAUD, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat harus saling bersinergi menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan, inklusif, dan ramah anak.

 

 Roro menjelaskan, Pokja Bunda PAUD Kota Tangsel terus mendorong penguatan layanan PAUD Holistik Integratif agar seluruh kebutuhan dasar anak, mulai dari pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan hingga perlindungan, dapat terpenuhi secara menyeluruh.

 

 "Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar tidak ada satu pun anak yang tertinggal dalam memperoleh hak-haknya," tegasnya.

 

 Ia pun mengajak seluruh pihak menjadikan peringatan Hari Anak Nasional sebagai momentum untuk memperkuat komitmen mewujudkan Kota Tangerang Selatan sebagai kota yang semakin ramah anak, sehingga setiap anak memiliki kesempatan tumbuh sehat, bahagia, cerdas, berkarakter, dan terlindungi.(rmn)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit