TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Empat Kecamatan Berstatus Waspada Kekeringan

BPBD Bakal Tetapkan Status Siaga Hidrometeorologi Kekeringan

Reporter & Editor : Redaksi
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:15 WIB
ILS
ILS

TANGERANG–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tangerang meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau yang diprediksi berlangsung lebih panjang tahun ini. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), sejumlah wilayah di Kota Tangerang telah masuk kategori rawan hingga awas kekeringan.

 

Kepala Pelaksana BPBD Kota Tangerang, Mahdiar, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi sejak satu hingga dua bulan terakhir, menyusul prakiraan musim kemarau yang melanda wilayah Banten.

 

 “Secara keseluruhan kami sudah mendapatkan informasi dari BMKG bahwa wilayah Banten telah memasuki musim kemarau dan diprediksi berlangsung cukup panjang. Karena itu, sejak satu hingga dua bulan lalu kami sudah berkoordinasi dengan BPBD Provinsi Banten untuk menyiapkan berbagai langkah antisipasi,” ujar Mahdiar usai apel pagi, Senin (27/7) saat ditemui di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang.

 

Menurutnya, langkah yang telah dilakukan meliputi penyampaian imbauan kepada masyarakat, inventarisasi peralatan, hingga memastikan kesiapan personel untuk menghadapi dampak musim kemarau. Berdasarkan data BMKG, terdapat empat kecamatan di Kota Tangerang yang berstatus waspada kekeringan, yakni Kecamatan Benda, Cipondoh, Pinang, dan Tangerang. 

 

Sementara, Kecamatan Batuceper telah masuk kategori awas kekeringan. “Status tersebut merupakan hasil kajian BMKG berdasarkan berbagai indikator, seperti kondisi sumber daya air, daerah tangkapan air, serta faktor-faktor teknis lainnya. Kami mengikuti data dan rekomendasi yang disampaikan BMKG,” kata Mahdiar.

 

Ia menambahkan, Pemerintah Kota Tangerang juga akan menggelar rapat koordinasi bersama organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dalam waktu dekat untuk menetapkan status Siaga Hidrometeorologi Kekeringan. Penetapan status tersebut diharapkan dapat memperkuat koordinasi lintas sektor dalam upaya mitigasi dan penanganan dampak kekeringan.

 

Selain ancaman kekeringan, BPBD juga mewaspadai meningkatnya potensi kebakaran selama musim kemarau. Dalam beberapa pekan terakhir, kejadian kebakaran didominasi oleh kebakaran alang-alang, rumput kering, serta tumpukan sampah. “Kami mengimbau masyarakat agar lebih waspada, tidak melakukan pembakaran sembarangan, serta segera melakukan penanganan awal apabila menemukan sumber api yang masih kecil sebelum api membesar. Petugas kami juga tetap siaga setiap hari untuk merespons kejadian kebakaran,” ujarnya.

 

Sebagai upaya mitigasi, BPBD telah melaksanakan sosialisasi program Kelurahan Tangguh Bencana dan dalam waktu dekat akan mendistribusikan alat pemadam api ringan (APAR) kepada masyarakat guna meningkatkan kesiapsiagaan di lingkungan masing-masing.

 

BPBD juga memperkuat koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), terutama untuk mengantisipasi potensi kebakaran di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA). Saat ini, satu unit mobil pemadam kebakaran disiagakan selama 24 jam di kawasan TPA, sementara DLH melaksanakan langkah-langkah mitigasi di lapangan. 

 

“Kami juga telah menyiapkan rencana kontinjensi, mulai dari pemetaan sumber air hingga skenario pemadaman apabila terjadi kebakaran di TPA. Mudah-mudahan kondisi tersebut tidak terjadi,” tutur Mahdiar. Ia menambahkan, koordinasi dengan DLH akan terus diperkuat melalui rapat lintas OPD guna menekan risiko kebakaran yang kerap dipicu pembakaran sampah maupun meluasnya api ke lahan berumput kering selama musim kemarau. 

 

Selain itu, BPBD Kota Tangerang bersama Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) berencana mengaktifkan kembali hidran kota sebagai upaya memperkuat penanganan kebakaran. Mahdiar menyampaikan, keberadaan hidran menjadi perhatian serius BPBD. Pihaknya telah beberapa kali berkoordinasi dengan PDAM untuk mempercepat reaktivasi sekaligus penataan ulang hidran umum maupun hidran kota, khususnya di wilayah yang telah terlayani jaringan PDAM.

 

"Khusus masalah hidran ini menjadi perhatian kami. Beberapa kali saya sudah berkoordinasi dengan teman-teman PDAM. Mudah-mudahan dalam waktu dekat kami akan cukup masif memfungsikan kembali, bahkan menata ulang hidran umum maupun hidran kota, terutama di daerah-daerah yang sudah dialiri PDAM Kota Tangerang," ujarnya. Ia menjelaskan, program tersebut penting karena hidran memerlukan dukungan jaringan pipa primer PDAM agar dapat berfungsi secara optimal saat terjadi kebakaran.

 

Selain mengaktifkan kembali hidran, BPBD juga akan memetakan berbagai sumber air yang dapat dimanfaatkan untuk penanganan kebakaran, mulai dari embung, Sungai Cisadane, hingga tandon air yang tersebar di Kota Tangerang. "Insyaallah dalam waktu dekat kami bersama PDAM akan memasifkan hidran kota. Kami juga mulai memetakan tandon-tandon dan sumber air yang ada di Kota Tangerang. Nantinya ada wilayah-wilayah yang membutuhkan peran hidran kota dan akan kami fungsikan kembali," katanya.

 

Ia mengakui hidran kota sebenarnya pernah tersedia, namun dalam beberapa tahun terakhir banyak yang memerlukan aktivasi ulang serta perbaikan. Terkait jumlah hidran yang tersedia saat ini, BPBD mengaku masih melakukan pendataan sehingga belum dapat memastikan angka pasti. "Kami masih melengkapi data yang ada. Namun selama sekitar delapan hingga sembilan kecamatan sudah terkoneksi dengan jaringan PDAM, kami akan berupaya memperbanyak hidran," ujarnya.

 

Sebagai langkah awal, BPBD memperkirakan pembangunan sekitar 100 hingga 200 unit hidran akan dilakukan secara bertahap. Penambahan tersebut diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber air alternatif saat proses pemadaman kebakaran. "Nanti bertahap akan kami fungsikan kembali sehingga kebutuhan air untuk penanganan kebakaran bisa lebih mudah dipenuhi melalui jaringan PDAM," katanya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit