TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

58 Koperasi Desa Merah Putih Di Lebak Diklaim Sudah Beroperasi

251 Masih Dalam Proses & 134 Selesai Dibangun

Reporter: Nipal
Editor: Redaksi
Selasa, 28 Juli 2026 | 09:33 WIB
BANGUNAN KDMP. Kondisi salah satu gedung KDMP di wilayah Kabupaten Lebak, yang baru selesai dibangun oleh pihak ketiga selaku kontraktor pelaksana. (net)
BANGUNAN KDMP. Kondisi salah satu gedung KDMP di wilayah Kabupaten Lebak, yang baru selesai dibangun oleh pihak ketiga selaku kontraktor pelaksana. (net)

LEBAK - Pihak Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Lebak, mengklaim, dari jumlah total 340 desa dan 5 kelurahan, sebanyak 58 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) telah beroperasi.

 

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinkop UMKM Kabupaten Lebak, Imama Suangsa, mengungkapkan sudah ada sebanyak 58 Koperasi Desa Merah Putih di Kabupaten Lebak, telah beroperasi.

 

“Secara tata kelola, kami memiliki data sebanyak 58 KDMP yang sudah operasional,” kata Imama kepada wartawan, kemarin.

 

Imama mengatakan, KDMP yang telah beroperasi saat ini masih memanfaatkan potensi lokal di masing-masing desa, sebelumnya dilaksanakan launching. 

 

Ia menyebutkan, KDMP yang sudah beroperasi tersebar di sejumlah kecamatan, di antaranya Cilograng, Cikulur, Rangkasbitung, serta beberapa wilayah lainnya.

 

“Koperasi yang sudah berjalan memanfaatkan potensi lokal, seperti di Desa Girimukti, Darmasari, dan Parage. Namun, pengelolaannya belum terintegrasi dengan Agrinas, masih bersifat parsial,” katanya.

 

Selain itu, Imama mengungkapkan sebanyak 251 KDMP saat ini masih dalam proses pembangunan. Dari jumlah tersebut, 134 KDMP telah mencapai progres pembangunan 100 persen.

 

“KDMP yang progres pembangunannya sudah 100 persen akan segera dioperasionalkan dan akan dilakukan launching pada waktunya nanti,” katanya.

 

Menurut Imama, seluruh KDMP nantinya akan dikelola oleh Agrinas selama dua tahun. “KDMP ini akan dikelola Agrinas selama dua tahun,” ungkapnya.

 

Imam menyatakan, kehadiran KDMP bertujuan menjadi mata rantai pemasok kebutuhan masyarakat di masing-masing desa. 

 

“Artinya nanti layanan keutuhan masyarakat tidak lagi ada rantai pasok yang panjang. Jadi bisa langsung dari vendor ke KDMP, sehingga masyarakat akan mendapatkan harga lebih terjangkau, atau lebih murah,” jelasnya. 

 

Pada saat ditanya, dari mana KDMP akan mendapatkan suplai barang? Ia mengaku, masih menunggu kebijakan dari Agrinas. “Kita tunggu kebijakan dulu dari Agrinas,” tandasnya.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit