Cuaca Panas, Dinkes Tangsel Ingatkan Warga Perbanyak Minum Air Putih
CIPUTAT-Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mengingatkan masyarakat agar lebih waspada terhadap dampak musim kemarau yang masih berlangsung. Paparan suhu udara tinggi dalam waktu lama dinilai dapat memicu berbagai gangguan kesehatan, mulai dari dehidrasi hingga heat stroke yang membutuhkan penanganan medis secepatnya.
Kepala Dinkes Kota Tangsel, Allin Hendalin Mahdaniar mengatakan, masyarakat perlu memahami gejala awal gangguan kesehatan akibat cuaca panas agar dapat segera melakukan penanganan sebelum kondisinya memburuk.
“Cuaca panas yang berlangsung dalam waktu lama dapat meningkatkan risiko dehidrasi, kelelahan akibat panas atau heat exhaustion, hingga heat stroke yang merupakan kondisi darurat medis. Karena itu masyarakat harus mengenali gejala-gejala awalnya,” ujar Allin, Senin (27/7).
Menurutnya, beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain tubuh berkeringat berlebihan, kulit terasa panas dan kering, jantung berdebar, kulit tampak pucat, kram pada kaki atau perut, mual, pusing, serta frekuensi buang air kecil yang berkurang dengan warna urine menjadi lebih pekat.
Apabila mengalami gejala tersebut, masyarakat diminta tidak memaksakan diri untuk tetap beraktivitas di bawah terik matahari. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah mencari tempat yang lebih sejuk dan segera menurunkan suhu tubuh.
“Segera berpindah ke tempat yang teduh, dinginkan tubuh menggunakan kain atau spons basah pada pergelangan tangan, leher, dan lipatan tubuh lainnya. Setelah itu perbanyak minum air putih dan beristirahat,” kata Allin.
Ia menambahkan, apabila kondisi tidak kunjung membaik atau justru semakin berat, masyarakat harus segera mendatangi fasilitas pelayanan kesehatan terdekat agar mendapatkan penanganan medis yang tepat.
Sebagai langkah antisipasi, Pemerintah Kota Tangsel sebelumnya telah menerbitkan Surat Edaran Wali Kota Nomor 500.8.5.4/3920/DINKES/2023 tentang Antisipasi Puncak Musim Kemarau dan Dampak El Nino. Kebijakan tersebut menjadi pedoman dalam upaya pencegahan dampak cuaca ekstrem terhadap kesehatan masyarakat.
Dinkes Tangsel juga mengimbau masyarakat membiasakan diri mengonsumsi air putih secara cukup dan tidak menunggu hingga merasa haus. Kebiasaan ini dinilai penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh selama suhu udara tinggi.
Selain itu, masyarakat disarankan menghindari konsumsi minuman berkafein, minuman berenergi, minuman beralkohol, maupun minuman dengan kadar gula tinggi karena berpotensi mempercepat kehilangan cairan tubuh.
Allin juga menyarankan masyarakat mengenakan pakaian berbahan ringan, longgar, dan berwarna terang saat beraktivitas di luar ruangan. Sebaliknya, pakaian berwarna gelap sebaiknya dihindari karena lebih mudah menyerap panas.
“Jika tidak ada keperluan mendesak, kurangi aktivitas di luar ruangan terutama pada pukul 11:00 hingga 15;00 WIB ketika suhu udara biasanya berada pada kondisi paling tinggi,” ujarnya.
Selain menjaga tubuh dari paparan panas, masyarakat juga diminta tidak meninggalkan anak-anak, lansia, maupun siapa pun di dalam kendaraan yang terparkir. Penggunaan tabir surya dengan minimal SPF 30 dan masker saat kualitas udara menurun juga dianjurkan guna mengurangi risiko gangguan kesehatan, termasuk infeksi saluran pernapasan.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 15 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



