Prabowo, Jokowi, dan SBY Duduk Berdampingan di Pernikahan Putra Boy Thohir, Simbol Persatuan dan Kesinambungan
Kehangatan tiga presiden RI menjadi sorotan, dinilai mencerminkan persatuan bangsa dan kesinambungan pembangunan.
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menghadiri resepsi pernikahan putra pengusaha nasional Garibaldi "Boy" Thohir, Gamma Abdurrahman Thohir, dengan Keelie Gunawan Susilo di Jakarta, Minggu (26/7/2026). Momen kebersamaan Prabowo dengan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) dan Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang duduk berdampingan menjadi perhatian publik.
Prabowo tiba di lokasi resepsi mengenakan setelan jas abu-abu dipadukan dasi biru. Kedatangannya disambut langsung oleh Boy Thohir bersama adiknya, Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir, sebelum bersama-sama menuju ruang utama acara.
Di dalam ruangan, Jokowi dan SBY telah lebih dahulu hadir. Ketiganya kemudian menempati kursi VVIP di barisan terdepan. Jokowi yang mengenakan jas biru tua dan peci hitam duduk di sisi kanan Prabowo, sementara SBY berada di sisi kirinya. Ibu Iriana Joko Widodo dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka turut berada di deretan yang sama.
Momen kebersamaan tersebut diabadikan dan dibagikan Prabowo melalui akun Instagram pribadinya. Dalam unggahannya, Prabowo menyampaikan ucapan selamat kepada kedua mempelai sekaligus doa agar rumah tangga Gamma dan Keelie senantiasa diberkahi.
"Selamat menempuh hidup baru kepada Gamma dan Keelie. Semoga Allah SWT senantiasa melimpahkan keberkahan, kebahagiaan, serta menjadikan keluarga yang sakinah, mawadah, warahmah," tulis Prabowo.
Ajudan Presiden ke-7 RI, AKBP Syarif Fitriansyah, mengatakan suasana pertemuan berlangsung hangat dan penuh keakraban. Menurutnya, ketiga tokoh bangsa itu hanya saling menyapa dan berbincang ringan tanpa membahas isu-isu khusus.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal Partai Golkar Sarmuji menilai kebersamaan Prabowo, Jokowi, dan SBY mencerminkan semangat persatuan sekaligus kesinambungan pembangunan nasional.
Menurutnya, pembangunan merupakan proses panjang yang harus terus berlanjut meski terjadi pergantian kepemimpinan. Setiap pemerintahan memiliki peran untuk melanjutkan kebijakan yang memberi manfaat bagi masyarakat.
"Kalau pemimpin yang sedang menjabat menghormati para pendahulunya, dan sebaliknya, maka kesinambungan kebijakan akan berjalan baik. Indonesia akan terus melangkah maju tanpa terputus," ujar Sarmuji.
Nasional | 1 hari yang lalu
Nasional | 3 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
TangselCity | 2 hari yang lalu
Olahraga | 1 hari yang lalu
TangselCity | 3 hari yang lalu
Olahraga | 2 hari yang lalu
Nasional | 15 jam yang lalu
Nasional | 2 hari yang lalu



