TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Hadiri Musda Secara Daring, AHY Sampaikan 3 Pesan Kepada Kader Partai Demokrat di Banten

Memajukan Ekonomi, Penegakan Hukum, dan Menjaga Demokrasi

Oleh: Ari Supriadi
Editor: Ari Supriadi selected
Jumat, 31 Juli 2026 | 22:53 WIB
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan sambutan secara daring dari Jakarta dalam acara Musda V Partai Demokrat Provinsi Banten, di Hotel Aston, Kota Serang, Jumat (31/7/2026).(Istimewa)
Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan sambutan secara daring dari Jakarta dalam acara Musda V Partai Demokrat Provinsi Banten, di Hotel Aston, Kota Serang, Jumat (31/7/2026).(Istimewa)

SERANG - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyampaikan, tahun ini partainya memasuki seperempat abad setelah didirikan oleh para pendiri pada 2001 lalu. Para pendiri termasuk Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tentunya berharap tidak hanya 25 tahun yang sudah bisa dilalui dengan berbagai dinamika, namun adalah bagaimana melalui 25 tahun ke depan yang harus semakin baik dan cerah.

 

Pada momen 25 Partai Demokrat, AHY juga menyampaikan tiga pesan kepada seluruh kader yang tengah mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) V Partai Demokrat Provinsi Banten, di Hotel Aston, Kota Serang, Jumat (31/7/2026). Pesan pertama adalah bagaimana keberadaan Partai Demokar mampu berkontribusi terhadap kemajuan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.

 

“Kita harap ingin terus mengawal perjuangan untuk memajukan ekonomi. Ekonomi yang mensejahterakan seluruh rakyat, bukan pertumbuhan ekonomi yang meninggi tetapi menyisakan kesenjangan sosial di tengah-tengah kita.  Kita ingin memastikan kehidupan yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia, naik kelas serta pekerjaan, penghasilan, dan memiliki daya beli untuk mencukupi kebutuhan keluarganya, itu yang pertama,” ujar AHY, saat menyampaikan sambutan secara daring dari Jakarta.

 

Pesan kedua, yakni keberadaan Partai Demokrat selama 25 tahun ini adalah secara legacy memiliki komitmen dalam hal penegakan hukum dan menciptakan keadilan di tengah-tengah masyarakat. Menurutnya, hukum harus ditegakan secara adil untuk semua dan tidak pandang bulu dengan tajam ke bawah dan tumpul ke atas.

 

“Jangan viral dulu baru kita hadirkan justice (keadilan, red). Keadilan adalah sesuatu yang sangat hakiki, injustice is the mother of law problem, ketidakadilan adalah sumber dari segala masalah,” tegasnya.

 

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan ini menyatakan, jika ada masyarakat lemah yang membutuhkan perlindungan baik secara hukum maupun atensi untuk mendapatkan kesempatan yang setara, maka kader Partai Demokrat harus hadir.

 

“Yang ketiga, menjaga demokrasi. Demokrasi jangan hanya jargon dalam politik di Indonesia, demokrasi sejatinya menghadirkan peluang bagi setiap warga yang ingin bekerja keras, memastikan kemerdekaan itu benar-benar bisa dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” tambah AHY.

 

Partai Demokrat ingin membuka peluang yang baik bagi hadirnya suara rakyat, walaupun tentu dalam koridor konstitusi yang berlaku di negeri kita dan bukan demokrasi yang anarkis atau demokrasi tanpa batas. Karena jika demikian akan merusak persatuan dan harmoni di antara anak bangsa.

 

“Tetapi ruang kritik, ruang berbicara itu harus dibuka dengan baik untuk masyarakat luas, untuk civil society, untuk pers  karena mereka merupakan pilar demokrasi yang menghadirkan check and balance. Ini yang membuat kita bisa tumbuh dengan baik dan demokrasi kita Insyallah semakin matang,” ucapnya.

 

AHY menegaskan, ketiga pesan tadi yakni upaya memajukan ekonomi, menegakan hukum dan keadilan, dan menjaga demokrasi adalah tema dan semangat besar yang diusung dalam perhelatan ke-25 Partai Demokrat. Ia mengajak seluruh kader agar narasi ini bisa ditunjukkan karya nyata dan bukan hanya diucapkan dalam kata-kata.

 

“Narasi itu kita perjuangkan di DPR RI, di DPRD, di kabupaten/kota dan provinsi dan juga akar rumput. Akhirnya saya ingin menegaskan bahwa musyawarah daerah ini merupakan forum konsolidasi, forum rekonsiliasi, forum kita membangun sebuah kesadaran bahwa hanya dengan organisasi yang solid kita bisa bertahap dalam setiap ujian dan cobaan,” tukasnya.(*)

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit