TangselCity

Pos Tangerang

Pos Banten

Politik

Olahraga

Nasional

Pendidikan

Ekonomi Bisnis

Haji 2026

Galeri

Internasional

Otomotif

Selebritis

Lifestyle

Opini

Hukum

Advertorial

Kesehatan

Kriminal

Piala Dunia 2026

RELIJIUCITY

Indeks

Dewan Pers

Franco Baresi Tutup Usia, AC Milan dan Dunia Sepak Bola Kehilangan Sang Legenda

Reporter: Farhan
Editor: AY
Sabtu, 01 Agustus 2026 | 05:44 WIB
Mantan pemain AC Milan Franco Baresi. Foto : Ist
Mantan pemain AC Milan Franco Baresi. Foto : Ist

ITALIA - Dunia sepak bola berduka. Legenda Italia sekaligus ikon AC Milan, Franco Baresi, meninggal dunia pada Jumat (31/7/2026) dalam usia 66 tahun.
Kabar duka tersebut diumumkan AC Milan melalui akun resminya di media sosial X.


"AC Milan berduka atas kepergian Franco Baresi. Keteladanan dan integritasnya akan selamanya menjadi bagian dari DNA klub, sebagaimana nomor punggung ikonik 6 miliknya," tulis klub.
Menurut Reuters, Baresi sempat menjalani operasi pengangkatan nodul di paru-paru pada tahun lalu dan terus menjalani perawatan di bawah pengawasan dokter spesialis kanker.


Pada Februari 2026, Baresi masih tampil sebagai salah satu pembawa obor pada upacara pembukaan Olimpiade Musim Dingin Milano Cortina bersama mantan rivalnya di timnas Italia, Giuseppe Bergomi.


Baresi dikenal sebagai simbol kesetiaan AC Milan. Selama 20 tahun karier profesionalnya, ia hanya membela Rossoneri. Bersama klub tersebut, ia mempersembahkan enam gelar Serie A, tiga trofi kompetisi antarklub Eropa, serta menjadi kapten tim selama 15 musim sebelum pensiun pada 1997.


Sebagai bentuk penghormatan, AC Milan memensiunkan nomor punggung 6 miliknya, menjadikannya pemain pertama dalam sejarah klub yang menerima kehormatan tersebut.


Di level internasional, Baresi menjadi bagian dari skuad Italia juara Piala Dunia 1982 dan mengantar Azzurri ke final Piala Dunia 1994 sebagai kapten. Meski Italia kalah lewat adu penalti dari Brasil, penampilan Baresi tetap dikenang karena mampu bermain penuh selama 120 menit, hanya 25 hari setelah menjalani operasi lutut.


Kesetiaannya kepada AC Milan juga terlihat saat klub sempat terdegradasi ke Serie B pada awal 1980-an. Baresi memilih bertahan dan membantu Rossoneri kembali promosi ke kasta tertinggi.


Sepanjang kariernya, Baresi dikenal sebagai salah satu bek terbaik sepanjang masa. Dengan kecerdasan membaca permainan dan kepemimpinannya di lini belakang, ia mengubah peran libero menjadi lebih modern.


Bersama Paolo Maldini, Alessandro Costacurta, dan Mauro Tassotti, Baresi membentuk lini pertahanan legendaris AC Milan yang membawa klub mencatat rekor 58 pertandingan Serie A tanpa kekalahan dan mendapat julukan "Gli Invincibili".


Kepergian Franco Baresi menjadi kehilangan besar bagi AC Milan, sepak bola Italia, dan dunia, namun warisan serta dedikasinya akan terus dikenang sepanjang masa.

Komentar:
GROUP RAKYAT MERDEKA
RM ID
Banpos
Satelit